
PENJELASAN: Direktur utama PT PRPP, Titah Listiorini (paling kanan) memberi penjelasan serta menunjukkan beberapa titik yang harus segera direnovasi di Sirkuit Tawang Mas, Semarang. (suaramerdeka.com/Lanang Wibisono)
SEMARANG, suaramerdeka.com - Anggota komisi C DPRD Jateng, berencana merenovasi Sirkuit Tawang Mas, Semarang yang kini nyaris mangkrak. Hal itu disampaikan anggota Komisi C, Asfirla Harisanto ketika melakukan pengecekan kondisi sirkuit bersama beberapa anggota lain di komisi yang menangani masalah perekonomian ini.
Dalam waktu dekat, katanya, pihak DPRD akan mengajukan usulan ke Pengprov Jateng guna realisasi renovasi Sirkuit Tawang Mas. "Tujuannya agar bisa digunakan untuk menggelar event-event automotif bersekala besar. Tapi memang saat ini baru dalam pembahasan awal di internal komisi, termasuk menghitung kebutuhan anggaran renovasi. Maka kami meninjau langsung kondisi sirkuit, melihat titik-titik mana saja yang perlu dibenahi,” tegas Asfirla.
Dari hasil inspeksi mendadak (sidak), sirkuit permanen satu-satunya di Kota Semarang tersebut memang sangat membutuhkan rehab besar-besaran. Khususnya di bagian lintasan (aspal), penambahan tribun penonton dan mengantisipasi dari genangan rob. Jika hal itu dilakukan, dia optimistis salah satu aset milik pemerintah provinsi tersebut dapat dimanfaatkan sebagai upaya mendongkrak kejayaan dunia automotif Jateng.
"Target kami bibit-bibit pembalap Jateng punya wadah untuk berlatih dan berkembang. Di satu sisi, jika memiliki wadah untuk menyalurkan hobi, mereka tidak melakukan balap liar di jalanan," lanjutnya.
Terpisah direktur utama PT PRPP, Titah Listiorini mengatakan, saat ini pengelolaan Sirkuit Tawang Mas berada satu atap di bawah naungan PT Pusat Rekreasi Promosi dan Pembangunan (PRPP) Jateng sebagai salah satu BUMD milik pengprov. Titah, sapaan akrabnya, membenarkan bahwa sirkuit yang memiliki luas sekitar dua hektare tersebut saat ini kondisinya sudah memprihatinkan.
“Terutama insfrastruktur seperti aspal yang kondisinya sangat buruk. Selain itu sebagian lintasan juga kerap tergenang rob. Letak sirkuit ini sekarang lebih rendah dari bangunan sekitarnya. Jika harus direhab, tentu membutuhkan biaya yang cukup besar,” tegasnya.
(Lanang Wibisono/CN32)