panel header


AMBEG PRAMA ARTA
Memberikan Prioritas Pada Hal-hal Yang Mulia
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
17 Juli 2011 | 21:15 wib
Danone Nations Cup 2011
Juara, SSB Hasanuddin Wakili Indonesia ke Spanyol
image

Jakarta, CyberNews. Setelah melewati persaingan luar biasa, SSB Hasanuddin Makassar berhasil menjadi juara final nasional, festival sepak bola Aqua Danone Nation Cup (DNC) 2011. Dalam laga grand final di Stadion Gelanggang Mahasiswa Soemantri Brodjonegoro Kuningan Jakarta, Minggu (17/7), SSB Hasanuddin mengalahkan SSB Putra Banna Matang Glumpangdua NAD.

Gol semata wayang penyerang mugil SSB Hasanuddin, Muhammad Faturrahman, menjadi penentu juara. Di babak pertempat final di hari yang sama, mereka mengalahkan SSB Biak Papua 2-1, lalu di babak semi final mengalahkan SSB PTP Wilayah 1 Sumut, 1-0.

Adapun Putra banna melaju ke final setelah menang adu pinalti 8-7 saat bersua SSB Ngadirejo Jatim dan mengalahkan Bina Taruna Jakarta 2-1 di babak semi final. DNC merupakan festival tahunan terbesar sepak bola dunia yang diikuti anak usia 10-12 tahun. FIFA mengakui turnamen ini sebagai layaknya Piala Dunia anak-anak.

Berhasil menjadi juara, SSB Hasanuddin akan mewakili Indonesia bersaing dengan tim dari 40 negara lain, pada Final Dunia DNC 2011 di Stadion Santiago Bernabeu Madrid Spanyol, 6-9 Oktober mendatang.

Peringkat ketiga diduduki SSB Bina Taruna mengalahkan PTP Wilayah 1 Sumut 1-0. Sementara wakil Jateng SSB Putra Tugu Muda B Semarang, harus puas di peringkat keenam. Lolos ke peremat final sebagai juara grup, Putra Tugu Muda lalu bermain imbang 1-1 dalam tempo 2 x 10 menit melawan PTP Wilayah 1.

Adu Penalti

Oleh karena itu, untuk menentukan tim yang lolos ke semi final diadakan adu penalti. Sayang di babak tos-tosan ini, Putra Tugu Muda kalah 4-5. Setelah peluang lolos ke babak berikutnya pupus, mereka menghadapi sesama tim yang kalah di babak sebelumnya, SSB Biak. Kali ini Putra Tugu Muda menang telak 4-0.

Dengan hasil tersebut, mereka kemudian berhak memperebutkan peringkat kelima. Lagi-lagi tim asuhan pelatih Asrum ini gagal memenangi adu penalti, kalah 2-3 setelah di babak normal bermain imbang 1-1 melawan SSB Persikota Soccer Academy Tangerang Banten.

Gagal menjadi juara, Asrum berjiwa besar meminta maaf kepada seluruh masyarakat Jateng. Dikatakan, secara teknik dan kualitas permainan di lapangan, Putra Tugu Muda tidak kalah dibandingkan tim-tim lainnya, namun kegagalan ini di antaranya disebabkan faktor ketidakberuntungan. Buktinya, tim asuhannya dua kali kalah melalui adu penalti.

"Memang ada kekecewaan, apalagi saat melawan Sumut sempat unggul 1-0, namun kami kecolongan," ujar Asrum.

Hasil ini tentunya akan menjadi bahan evaluasinya untuk lebih meningkatkan kemampuan anak asuhnya di masa depan. "Banyak pelajaran yang kami ambil dari turnamen ini, terutama menambah jam terbang anak-anak,. Semoga ke depannya kami lebih baik lagi," tutur Asrum.

(Wahyu Wijayanto/CN26)
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Baca Juga


Panel menu
image
30 Juli 2014 | 09:00 wib
Dibaca: 180
image
30 Juli 2014 | 08:49 wib
Dibaca: 77
image
30 Juli 2014 | 08:39 wib
Dibaca: 99
image
image
30 Juli 2014 | 08:18 wib
Dibaca: 99
Panel menu tepopuler dan terkomentar
03 Juli 2014 | 20:18 wib
07 Juli 2014 | 02:55 wib
04 Juli 2014 | 06:08 wib
FOOTER