panel header


CRAH AGAWE BUBRAH
Bercerai Kita Runtuh
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
08 Februari 2011 | 17:38 wib
Rencana Panjang untuk Chris John dan Cino
image

Jakarta, CyberNews. Perang tanding di atas ring antara Chris 'The Dragon' John melawan penantang Daud 'Cino' Yordan, bukanlah klimaks segalanya. Usai bentrok 17 April nanti, promotor Raja Sapta Oktohari akan mempersiapkan duel lain bagi keduanya di tahun ini.

Setidaknya masing-masing petinju akan sekali naik ring usai menuntaskan 'perang saudara'. Bahkan rencana jangka panjang telah disiapkan untuk mereka. "Siapapun atau apapun hasil antara Chris John melawan Daud, saya akan menjaga karir mereka. Keduanya adalah petinju saya sehingga rencana ke depan tentu saya siapkan matang," ujar pria yang akrab disapa Okto ini.

Untuk Daud yang masih mempunyai karir panjang karena masih berusia muda, Okto berharap suatu saat nanti akan menjadi Manny Pacquiao versi Indonesia. "Target untuk Chris John dan Daud tidak berhenti sampai di sini," tandasnya.

Sebagai juara dunia, sudah sepatutnya Chris John menyiapkan berbagai langkah antisipasi, diantaranya klausul tanding ulang bila akhirnya kalah. Dikonfirmasi mengenai hal itu, Okto mengatakan tidak ada kalusul tersebut. Alasannya, kedua petinju sama-sama tergabung dalam manajemennya sehingga apapun rencana dan kemauan kedua petinju ke depan, bukan menjadi persoalan.

Pertarungan Chris John melawan Cino menjanjikan duel akbar yang ditunggu pecinta olah raga adu gebuk Indonesia. Sebagai juara super kelas bulu WBA, Chris John mempunyai catatan mengesankan tanpa terkalahkan, 44-0-2, 22 KO.

Sementara Cino yang cara bertinjunya mirip Raja KO asal Surabaya Andrian Kaspari, mempunyai rekor, 27-1, 21 KO. Satu-satunya kekalahan petinju kelahiran 10 Juni 1987 ini diderita ketika melawan Calestino Caballero di Florida, Amerika Serikat, April 2010.

Lawan Gamboa

Sebelum dijadwalkan beradu jotos melawan Cino, Chris John sejatinya digadang-gadang akan memainkan partai unifikasi melawan Yuriorkis Gamboa, petinju Kuba yang berjuluk Topan asal Guantanamo. Gamboa (19-0-0, 15 KO).

Penata tanding Chris John, Sampson Lewkowics menuturkan, rencana pertarungan tersebut ditunda hingga Chris John dan Cino merampungkan perang tanding. Pemenang duel itulah yang selanjutnya bertemu Gamboa. "Pemenangnya nanti yang akan bertemu Gamboa. Bagi petinju, tidak ada petinju lainnya yang harus dihindari," katanya menepis anggapan Chris John sengaja memilih Cino guna menghindari Gamboa.

Mengomentari kesempatan yang diberikan Chris John, Daud Yordan mengucapkan terima kasih. "Saya berterima kasih kepada Chris John yang memberi kesempatan saya. Ini adalah kesempatan emas, kebanggaan dan cita-cita saya dan keluarga,’’ tuturnya.

Sementara Chris John menuturkan, sebagai petinju muda Indonesia yang paling banyak menyita perhatian, wajar bila Cino diberi kesempatan bertemu dengannya. "Kedua petinju merupakan petinju terbaik, yang akan membuktikan siapa yang merupakan petinju terbaik di Indonesia," tandas Lewkowicz.

(Wahyu Wijayanto/CN26)
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Baca Juga


Panel menu
image
02 September 2014 | 21:14 wib
Dibaca: 58
image
02 September 2014 | 21:04 wib
Dibaca: 54
image
02 September 2014 | 20:54 wib
Dibaca: 35
image
02 September 2014 | 20:44 wib
Dibaca: 36
image
02 September 2014 | 20:34 wib
Dibaca: 35
Panel menu tepopuler dan terkomentar
01 September 2014 | 11:26 wib
01 September 2014 | 17:00 wib
01 September 2014 | 08:48 wib
01 September 2014 | 12:03 wib
FOOTER