panel header


MANGAN ORA MANGAN NGUMPUL
Tetap Bersatu Meski Dalam Kemiskinan
panel menu
panel news ticker
Kanal Sehat -- Empat Manfaat Kasih Ibu bagi Kesehatan Anak Bagi pencinta game online, kini telah hadir ribuan game yang bisa dimainkan secara gratis di suaramerdeka.com. Ayo para game mania, buruan manfaatkan kanal game online kami di http://suaramerdeka.matchmove.com/games
panel iklan Hosrizon
panel main 1
06 Februari 2011 | 20:00 wib
Alwi Mugiyanto
Berawal dari Atlet Lompat Tinggi, Sukses di Lari
image

BERAWAL dari atlet lompat tinggi, Alwi Mugiyanto ternyata meraih sukses sebagai seorang pelatih lari. Dari berbagai prestasi yang menjadi pembuktiannya, jika Alwi Mugiyanto merupakan salah satu pelatih lari jempolan di Indonesia.

Dari tangannya pula, telah lahir banyak atlet lari yang menorehkan prestasi berkaliber nasional bahkan internasional serta mengharumkan Indonesia dalam berbagai even. Karena prestasinya pula, tercatat telah ada 21 negara di lima benua yang dia kunjungi untuk mendampingi atletnya bertanding membela nama bangsa dan negara.

"Semua itu tidak lepas dari tangan Tuhan Yang Maha Kuasa, dan saya selalu berdoa untuk mohon bantuan seta tidak lupa berusaha dan bekerja keras" kata Alwi membuka rahasia suksesnya.

Pria yang tinggal di kampung Dlikosari, Kelurahan Blotongan, Kecamatan Sidorejo, Kota Salatiga. Tapi, dia juga memiliki satu keyakinan, bila melatih adalah seperti seni yang tidak bisa dipaksakan dan seorang pelatih besar muncul karena sebuah takdir dan panggilan dari Tuhan Yang Maha Kuasa.

Pada 1972, dia membela Jateng mengikuti POPSI (Pekan Olahraga Pelajar Seluruh Indonesia, Red) dan berhasil meraih juara dengan lompatan 177,25 cm. Namun ternyata, kejayaannya terjadi saat dia menjadi pelatih lari, yang ditekuninya sejak tahun 1984.

Ketika itu dia merantau ke Sumatera dan melatih anak-anak SD yang ada di sekitar tempat tinggalnya. Setelah beberapa tahun merantau di Sumatera, dia lalu pulang ke Salatiga dan mendirikan klub pertamanya Salatiga Putra. Saat itu perusahaan yang menjadi sponsornya adalah perusahaan rokok Gentong Gotri.

Saat itu dengan kerja kerasnya, dua atlet andalannya Ruwiyati dan Bandi mampu merebut juara di berbagai lomba. Setelah perusahaan itu kolaps, di tahun 1990 ayah lima anak itu bertemu dengan sahabatnya saat bertanding di Batam. Sahabatnya itu memiliki toko bernama Tiger dan bersedia membantunya. Akhirnya dia menamakan klubnya dengan nama Tiger.

"Kebetulan saya juga mendapat "wangsit" mendirikan klub dengan nama Tiger yang melambangkan kekuatan dan kecepatan. Tanggal pastinya saya sudah lupa, tapi waktu itu malam Jumat Pon," papar Alwi.

Namun kerjasama itu tidak berlangsung lama hingga sampai tahun 1993. Saat itu di sebuah kejuaraan lari 10 kilometer di Bandung, dengan dana yang sangat mepet dia memberangkatkan atletnya. Ternyata atletnya mampu menjadi juara pertama hingga keempat di ajang itu.

Hal itu membuat penasaran Anwar Supriyadi (direktur PT Kereta Api Indonesia waktu itu). Anwar Supriyadi menawarkan perusahaannya menjadi sponsor dan hal itu tidak ditampiknya. Akhirnya klubnya yang padepokannya berada di rumahnya pun berubah nama menjadi Tiger Lokomotif yang bertahan sampai sekarang.

Seoul

Debut pria yang supel itu mengukir prestasi internasional dipahat di Seoul, Korea Selatan tahun 1994. Kala itu suami Endang Rahayu itu mendampingi enam atlet, empat diantaranya atlet didikannya mengikuti reli marathon internasonal yang diikuti 30 negara. Ketika itu Indonesia meraih juara favorit, di bawah Kenya, China dan Jepang.

"Padahal atlet kita waktu itu fisiknya paling kecil dibanding semua lawan dan waktu itu mendapat hadiah yang bentuknya seperti giok," kenang Alwi.

Eksistensinya sebagai pelatih bertangan dingin dilanjutkan di Sea Games 1995 di Chiang Mai, Thailand. Saat itu atlet didikannya Ruwiyati secara tidak terduga mampu menjadi kampiun di nomor bergengsi marathon 42,195 km, sekaligus mampu memecahkan rekor Sea Games dengan catatan waktu 2 jam 45 menit.

Padahal kala itu Ruwiyati hanya diprediksi di urutan keempat, dan nama yang diunggulkan adalah atlet Singapura naturalisasi dari Inggris yang menjadi runner up Boston Marathon di Amerika Serikat.

Sekarang ini, ayah lima anak itu tengah mempersiapkan atlet andalannya Trianingsih bertanding di Olimpiade 2012 di London, Inggris. Alwi mengatakan, ada 12 "katuranggan" untuk mengetahui seseorang berpotensi menjadi seorang atlet jarak jauh yang handal.

Atlet Indonesa pun tidak kalah dengan atlet luar negeri, asal dilatih dengan baik dan benar serta mendapatkan sarana dan fasilitas yang memadai. Seorang pelatih juga punya feeling tersendiri bila atlet yang didikannya menjadi seorang yang mampu berprestasi tinggi.

Hal itu dia buktikan saat menggembleng Ruwiyati, Dengan keyakinannya, dia menjadi atlet yang merajai lintasan lari jarak jauh Indonesia dan Asia Tenggara. "Menjadi seorang pelatih yang baik itu tidak semudah apa yang dibayangkan orang, karena butuh banyak pengorbanan dan perjuangan yang harus dilalui," tegasnya.

(Basuni Hariwoto/CN26)
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Baca Juga


Panel menu
image
19 April 2014 | 19:37 wib
Dibaca: 31
image
19 April 2014 | 19:27 wib
Dibaca: 46
image
19 April 2014 | 19:17 wib
Dibaca: 46
image
19 April 2014 | 19:07 wib
Dibaca: 50
image
19 April 2014 | 07:38 wib
Dibaca: 339
Panel menu tepopuler dan terkomentar
04 April 2014 | 19:15 wib
03 April 2014 | 09:01 wib
02 April 2014 | 10:03 wib
FOOTER