
Semarang, CyberNews. Pengprov Pertina Jateng mengirimkan empat petinju untuk mengikuti kejurnas Sarung Tinju Emas (STE) di Makssar 5-12 Maret.
Empat petinju itu adalah Francisca (64 Kg/putri), Deddy Imam Prakoso (57 Kg), Ahmad Amri (81 Kg), Willys Boy (91 Kg), dan didampingi pelatih Muhar Sutan.
Rombongan berangkat Kamis (4/3) pagi besok menggunakan pesawat dari Bandara A Yani Semarang. Pelepasan tim dilakukan semalam oleh para pengurus Pertina Jateng di Wisma Wushu Jateng Jalan Marina.
Sejumlah pengurus Pertina yang hadir yaitu Ketua Harian Sudarsono, Sekum Soedjatmiko, Wakil Ketua Harian Thohir Sandirdjo, Kabis Organisasi Himawan dan Humas Ade Oesman.
Sudarsono mengatakan, para petinjunya tidak dibebani target dalam kejuaraan itu. Terpenting mereka bisa mengeluarkan kemampuan terbaiknya. "Saya tidak mau berandai-andai medali apa yang harus diperoleh para petinju. Sebab dalam tinju amatir itu tidak bisa diprediksikan. Semuanya akan ditentukan undian dan kesiapan mental para petinju itu saat bertanding," katanya.
Sudarsono menjelaskan, para petinju itu masih diharapkan perannya di PON XVIII 2012 di Riau. Oleh karena itu kejurnas STE ini merupakan salah satu sasaran antara menju PON mendatang. "Selain itu STE ini kabarnya sebagai bahan pantauan PP Pertina untuk memeilih petinju yang akan disipakan ke Asian Games 2010 atau SEA Games 2011. Oleh karena itu kami berharap para petinju bisa mengeluarkan kemampuan terbaik agar terpantau oleh PP Pertina," katanya.
Dikatakan, Peraih perak Kejurnas 2009 Willis Boy Riripoy, bakal difokuskan turun di kelas 91 Kg. Kebijakan menaikkan kelas Willis, lantaran petinju Sasana DMC Solo itu berada di kelas yang sama dengan Ahmad Amri (Sasana Kuku Bima Ener-G Semarang) yaitu 81 kg.
Kedua petinju itu termasuk petinju yang diundang PP Pertina untuk tampil di STE. Tentang persiapan empat petinju itu ke STE, kata Sudarsono, diserahkan ke sasana masing-masing.
Sementara itu para petinju menyatakan kesiapan untuk terjun di kejuaraan itu. Peraih perak SEA Games 2009 Ahmad Amri bertekat bisa meraih juara di kelasnya. Sejauh ini lawan yang dianggap berat yaitu David (Maluku). Sedangkan musuh bebuyutan Willem Papilaya dipastikan tidak tampil karena sudah gantung sarung tinju.
Demikian pula Deddy Imam Prakoso, menyatakan keoptimisannya. Baginya kejuarnas ini merupakan ajang nasional pertama usai PON 2008. Karena itu kesempatan tersebut akan dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk menujukkan kemampuannya.
(Khundori Rakasiwi/CN13)