panel header


CRAH AGAWE BUBRAH
Bercerai Kita Runtuh
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
15 Juli 2006 | 21:57 wib
Kolom Amir Machmud NS
Kontroversi sang Lelananging Jagat

KURSI yang sudah panas, mengapa malah dikipasi dengan bara? Risiko itulah yang kini dihadapi pelatih tim nasional Inggris, Sven Goran-Eriksson.

Kepelatihan timnas di mana pun, apalagi di Inggris - dengan intensitas gunjingan sebagai bagian dari menu harian selebriti - selembar daun jatuh pun ibarat amunisi yang bisa menghakimi. Prestasi, kredibilitas, dan hidup "bersih" menjadi persyaratan yang tak perlu ditawar.

Komponen-komponen "di luar prestasi lapangan" ini mengandung arti dia harus menjaga ucapan, sehingga tidak boleh terlepeleset seperti ketika Glenn Hoddle berkomentar tentang para penyandang cacat. Tak boleh pula terlibat skandal seperti yang pernah nyaris "membakar" kursi Eriksson.

Bahkan terhadap "kenyarisan" pada 2003, Eriksson sebenarnya patut berterima kasih karena otoritas sepak bola Inggris tetap mempertahankannya, walaupun investigasi menyimpulkan dia benar-benar terlibat asmara membara dengan sekretaris eksekutif FA yang molek, Faria Alam.

Jadi apalagi yang mengusik The Ice Man ini sehingga kembali bermain-main dengan reputasinya?

Penyamaran wartawan The News of the World sebagai seorang sheikh kaya Arab untuk mengorek pendapat-pendapat pribadi Eriksson, kini seperti amunisi baru untuk menggebuknya. Pembicaraan dengan wartawan penyamar itu menggegerkan seantero Inggris karena dia memberikan penilaian tajam tentang sejumlah pemainnya.

Rio Ferdinand disebutnya sebagai pemain pemalas, Wayne Rooney temperamental karena latar belakang kehidupan dari keluarga miskin, David Beckham tidak lagi kerasan di Madrid dan akan dibawanya ke Aston Villa kalau kelak - selepas Piala Dunia 2006 - dia menangani klub tersebut. Michael Owen pun tak luput dari penilaiannya: tidak senang bergabung dengan Newcastle United tetapi cukup nyaman dengan gaji yang diterimanya.

Reaksi para pemain, itulah yang nantinya bakal menyimpulkan seberapa jauh loyalitas mereka kepada sang pelatih. Terganggu, itu dapat dipahami, apalagi komentarnya terhadap Rio dan Rooney jelas sensitif. Kalau selama ini dia dikenal sebagai pribadi yang tenang, hangat, dan dekat dengan pemain, tidakkah kontroversi yang sekarang terjadi menciptakan arus balik kontraproduktif bagi tim Inggris?

Kesalahan utamanya: mengapa Eriksson tidak cukup mampu menahan komentar, terhadap siapa pun, untuk urusan yang sebenarnya tidak penting disampaikan sebagai sebuah "urusan"?

***

INGGRIS kini menjadi salah satu favorit kuat, dan disebut-sebut mengancam tim mana pun yang diunggulkan di Germany 2006. Eriksson diakui sebagai salah satu faktor yang mampu menyatukan bakat-bakat hebat itu dalam tingkat kematangan yang diprediksi bakal memuncak, Juni - Juli mendatang.

Apakah "kelepasan omong" ini akan menciptakan krisis bagi The Three Lions?

Jurnalisme penyamaran yang menjebak seperti itu memang tidak beretika. Tetapi fakta tentang ungkapan jujur Eriksson adalah soal lain. Sangatlah wajar kalau pelatih Aston Villa, David O'Leary, tersinggung berat dengan ucapan Eriksson yang akan melatih Villa selepas Piala Dunia. Tuntutan Direktur Wigan Athletic, Dave Whelan, agar Eriksson mundur juga bagian dari keniscayaan reaksi. Bahkan nama yang dianggap patut menggantikan pun sudah diapungkan: arsitek Wigan Paul Jewell, dan pelatih Manchester City Stuart Pearce.

Barang tentu, reaksi Whelan belum menggambarkan sikap umum komunitas sepak bola Inggris, karena bagaimanapun, di bawah pelatih asal Swedia itu Inggris telah mencapai level permainan yang berbeda. Terutama dengan keberaniannya merekrut para pemain muda. Tetapi benar apa yang dikhawatirkan mantan kapten timnas Terry Butcher, hubungan dengan para anggota tim pasti tidak akan seharmonis sebelumnya. "Itu pengkhianatan atas sebuah kepercayaan," kata Butcher seperti dikutip Reuter.

Jadi apa yang akan terjadi?

Memang tidak sekali ini saja Eriksson - yang pesona kelelakiannya diakui sebagai lelananging jagat - menyulut kontroversi. Bukan hanya kisah asmaranya dengan sejumlah perempuan, tetapi juga - pernah - misteri hubungannya dengan pemilik Chelsea, Roman Abramovich. Beberapa kali kunjungannya ke rumah sang miliarder pernah dispekulasikan sebagai bentuk "tawar-menawar" agar FA menaikkan gajinya.

Persoalan ini akan menjadi rumit kalau pertimbangan seperti yang disampaikan Terry Butcher dijadikan referensi oleh FA. Cukup kuatkah harmoni dirajut kembali ketika dia sudah menorehkan luka - terutama terhadap Rio dan Rooney? Bakal legawa-kah kedua pemain kunci itu menerima penjelasan dan permintaan maaf sang arsitek, demi masa depan tim di panggung Piala Dunia?

Dilema besar bagi FA, jika harus mengganti Eriksson menjelang perang besar di Jerman. Apalagi pertimbangan memfavoritkan Inggris tentulah didasarkan pula pada peran eksistensial Eriksson. Spekulasi semacam inilah yang masih menjadi faktor kuat posisinya.

Kondisi ini berbeda dari Glen Hoddle pada 1999. Komentarnya sama sekali tidak menyangkut internal tim dan komunitas sepak bola, tetapi secara moral dianggap tidak patut disampaikan oleh figur sepenting Hoddle yang menjadi panutan. Dan, karena sentuhannya memang kurang memberi harapan seterang Eriksson sekarang, posisi Hoddle pun mudah digoyang.

Saya masih sulit membayangkan Beckham dkk tanpa Sven Goran-Eriksson di Piala Dunia. Tetapi kita tentu tidak gampang memahami kecamuk perasaan para pemain yang kini tentu di bawah tekanan "provokasi" dari berbagai pihak. Apalagi, pasti, selalu ada yang mengail di air keruh....

(/40)
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Baca Juga


Panel menu
image
05 September 2014 | 11:00 wib
Dibaca: 8661
image
05 September 2014 | 10:50 wib
Dibaca: 8461
image
05 September 2014 | 07:57 wib
Dibaca: 9089
image
05 September 2014 | 07:43 wib
Dibaca: 8315
image
05 September 2014 | 07:30 wib
Dibaca: 8240
Panel menu tepopuler dan terkomentar
FOOTER