panel header


AMBEG PRAMA ARTA
Memberikan Prioritas Pada Hal-hal Yang Mulia
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
03 Agustus 2014 | 16:33 wib
Waspadai Potensi Obesitas Pasca Lebaran
image

KULINER KHAS KUDUS: Salah satu kuliner khas Kudus berupa soto yang menjadi makanan pilihan disaat Lebaran. (suaramerdeka.com/ Ruli Aditio)

MAKANAN bersantan dan minuman yang serba manis menjadi hal yang identik saat Lebaran, dan semua sajian kuliner yang lezat tersebut sudah bisa dipastikan mengandung lemak yang cukup tinggi.

Hal ini tentunya memicu potensi obesitas atau kegemukan dan dalam jangka panjang lambat laun akan berpotensi pula akan menimbulkan penyakit.

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kudus, dokter Hilal Ariadi Mkes menjelaskan, kandungan lemak dan kolesterol dalam makanan tersebut dalam akumulasi yang cukup panjang memang bisa menyebabkan penyakit yang serius.

"Gejala yang mudah dilihat awalnya hanya terjadi kenaikan berat badan secara drastis karena setelah sebulan berpuasa, sepertinya sebagian orang melepaskan kerinduannya untuk menikmati berbagai macam hidangan, sehingga lupa dengan batasan jumlah komsumsi kalori," katanya.

Namun dalam jangka akumulasi yang panjang, lambat laun memunculkan penyakit seperti asam urat, darah tinggi, serta diabetes.

"Tentunya hal tersebut cukup membahaykan jika tidak diantisipasi maka akan menjadi penyakit komplikasi kronis seperti serangan jantung koroner yang berujung pada kematian," terangnya.

Dia menambahkan, potensi obesitas pasca Lebaran sebenarnya bisa dihindari, yaitu dengan pemilihan makanan.

"Misalnya saja ketika saat berkunjung di rumah saudara kita bisa memilih makanan yang tidak terlalu manis atau bersantan. Jika ada pilihlah sayuran ataupun buah - buahan," terangnya.

Namun jika sudah terlanjur memakan opor ayam pilihlah dada ayam bila memungkinkan, bukan paha ayam yang mengandung lemak empat kali lebih tinggi.

Serta sisihkan kuah santan untuk menghindari lebih banyak lemak jenuh yang masuk ke tubuh. "Kemudian jika meminum soft drink cukuplah satu gelas, karena mengandung gula yang cukup tinggi. Namun lebih baik minum segelas air putih akan lebih menyegarkan tubuh," katanya.

(Ruli Aditio/CN33)
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Baca Juga


Panel menu
image
04 September 2014 | 16:31 wib
Dibaca: 70685
image
26 Agustus 2014 | 15:27 wib
Dibaca: 74004
image
24 Agustus 2014 | 16:11 wib
Dibaca: 32128
image
21 Agustus 2014 | 10:34 wib
Dibaca: 26066
image
19 Agustus 2014 | 17:44 wib
Dibaca: 31243
Panel menu tepopuler dan terkomentar
FOOTER