panel header


MANGAN ORA MANGAN NGUMPUL
Tetap Bersatu Meski Dalam Kemiskinan
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
05 Juli 2014 | 17:44 wib
Kurangi Asupan Gula, Cegah Obesitas
image

PEDOMAN kesehatan yang dikeluarkan pemerintah Inggris menyebutkan bahwa seseorang tidak boleh mengonsumsi lebih dari 11% dari jumlah kalori yang diperoleh melalui makanan.

Jumlah gula yang bisa dikonsumsi oleh perempuan hanya 50 gram dan seorang pria 70 gram tergantung dari aktivitasnya.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan seharusnya seseorang hanya boleh mengonsumsi gula sebanyak 5% dari jumlah kalori yang didapat dari makanan setiap harinya.

Tetapi, menghitung berapa banyak gula yang kita konsumsi tidak semudah yang kita duga.

Para ahli kesehatan profesional menyarankan agar gula tambahan dalam makanan dikurangi, tetapi tidak mempermasalahkan konsumsi pemanis alami dari susu dan buah dalam jumlah besar.

Minuman ringan dengan kandungan gula yang mudah dihitung, yaitu cola ukuran kaleng 330ml berisi 35gram - terhitung sama dengan sembilan sendok teh gula.

Bukan hanya minuman ringan yang mengandung gula, makanan cepat saji seperti ayam asam manis juga memiliki kandungan gula lebih dari 22gram atau setara dengan lima setengah sendok teh, sebagian besar berasal dari buah nanas.

Darimana kita memperoleh kandungan gula? Data terakhir National Diet and Nutrition Survey Inggris menunjukkan minuman ringan merupakan sumber terbesar gula bagi anak-anak muda.

Anak laki-laki berusia 11-18 tahun mengonsumsi gula sebanyak 42% dari seluruh jumlah kalori mereka setiap hari. Sedangkan anak-anak banyak mendapatkan gula dari makanan manis, coklat, selai yang berjumlah sekitar 19-22 % dari kalori sehari-hari.

Konsumsi gula yang berlebihan tanpa ada aktivitas olahraga akan memicu obesitas. Karenanya, sains untuk pemerintah di Inggris menganjurkan, masyarakat mengurangi asupan gula mereka hingga separuhnya untuk mengatasi krisis obesitas.

Prof Ian MacDonald, kepala kelompok kerja Komite Penasihat Sains untuk Nutrisi (SACN) yang meneliti karbohidrat, mengatakan: "Bukti yang kami analisa menunjukkan dengan cukup jelas bahwa asupan gula tinggi pada orang dewasa terkait dengan meningkatnya asupan energi dan obesitas.

"Ada juga hubungan antara minuman yang dipermanis dengan gila dan diabetes tipe-2. Pada anak-anak ada demonstrasi jelas bahwa minuman yang dipermanis dengan gula terkait dengan obesitas," ungkapnya.

"Dengan mengurangi asupan gula menjadi 5% saja Anda akan mengurangi semua risiko penyakit itu, tantangannya adalah bagaimana bisa mencapainya," katanya.

(BBC, Linda/CN33)
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Baca Juga


Panel menu
image
04 September 2014 | 16:31 wib
Dibaca: 69896
image
26 Agustus 2014 | 15:27 wib
Dibaca: 72786
image
24 Agustus 2014 | 16:11 wib
Dibaca: 31503
image
21 Agustus 2014 | 10:34 wib
Dibaca: 25523
image
19 Agustus 2014 | 17:44 wib
Dibaca: 30220
Panel menu tepopuler dan terkomentar
FOOTER