panel header


AMBEG PRAMA ARTA
Memberikan Prioritas Pada Hal-hal Yang Mulia
panel menu
panel news ticker
Bagi pencinta game online, kini telah hadir ribuan game yang bisa dimainkan secara gratis di suaramerdeka.com. Ayo para game mania, buruan manfaatkan kanal game online kami di http://suaramerdeka.matchmove.com/games
panel iklan Hosrizon
panel main 1
31 Januari 2012 | 12:42 wib
Mendeteksi Gejala Autisme pada Bayi Melalui Kontak Mata
image

 
SEBUAH studi terbaru oleh Pusat Otak dan Pengembangan Kognitif (Centre for Brain and Cognitive Development), Birkbeck, Universitas London yang diterbitkan dalam Current Biology, edisi Januari menyatakan, gejala autisme pada anak di kemudian hari dapat dideteksi saat bayi menginjak usia 6 bulan.

Seperti dikutip dari Academic Journal, para peneliti menemukan bahwa bayi mulai menunjukkan tanda-tanda autisme pada tahun pertama kehidupan mereka. Hal itu dilihat ketika bayi melakukan aktivitas melihat, atau ketika seseorang melihat mereka dari jauh, maka otak mereka merespon secara berbeda dibandingkan dengan bayi lainnya.
 
Profesor Mark Johnson, pemimpin penelitian mengatakan, "Penelitian ini hanya merupakan langkah pertama menuju diagnosis awal. Namun temuan kami termasuk yang pertama terkait fungsi otak selama tahun pertama kehidupan bayi, yang berhubungan dengan diagnosis autisme nantinya, jauh sebelum diungkapnya diagnosa autisme melalui perilaku."
 
Saat ini, diagnosis autisme pada anak sitetapkan setelah evaluasi mendalam hingga usia 2 tahun pada anak. Sementara Johnson dan timnya telah mulai meneliti gejala yang nampak pada anak usia 6 sampai 10 bulan yang memiliki saudara laki-laki atau perempuan dengan autisme, anak-anak tersebut dinilainya memiliki kesempatan lebih besar untuk mengembangkan kondisi serupa.
 
Untuk menguji hipotesanya, peneliti menempatkan sensor pasif di atas kepala anak-anak relawan untuk menentukan aktivitas otak mereka ketika mengamati orang yang melihat mereka dan kemudian membuang muka, atau sebaliknya, kembali menatap.

Bertatap muka dan bersosialisasi, menurut peneliti, merupakan faktor yang sangat penting dalam interaksi dan perilaku manusia. Anak-anak yang telah didiagnosa dengan autisme cenderung menghindari kontak mata biasa dan memiliki pola-pola respon otak tersendiri.

Johnson mengatakan, otak bayi yang menunjukkan gejala autisme memproses informasi secara berbeda seperti layaknya bayi. Namun Johnson menyatakan," Pada usia ini, penanda perilaku autisme belum jelas, sehingga diperlukan pengukuran fungsi otak lebih lanjut."
 
Menaggapi temuan ini, Profesor Christopher Kennard, seorang ahli neuroscience menyatakan, "Ini merupakan studi yang sangat menarik, yang menunjukkan bahwa tanda-tanda awal respon otak untuk kontak mata dapat memberikan kontribusi untuk diagnosis awal bagi anak-anak berisiko tinggi autisme, penting untuk memastikan bahwa mereka menerima perawatan yang tepat."

"Sebuah investasi seperti ini dapat meningkatkan pemahaman dasar kita tentang autisme, yang diharapkan akan mengarah pada cara-cara baru untuk mengobati mereka yang terkena dampak di masa depan," lanjutnya.

(Linda/CN33)
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Baca Juga


Panel menu
image
26 Mei 2012 | 22:59 wib
Dibaca: 213
image
24 Mei 2012 | 09:54 wib
Dibaca: 319
image
21 Mei 2012 | 19:01 wib
Dibaca: 786
image
14 Mei 2012 | 21:04 wib
Dibaca: 2061
image
14 Mei 2012 | 00:17 wib
Dibaca: 1875
Panel menu tepopuler dan terkomentar
FOOTER