panel header


RUKUN AGAWE SANTOSA
Bersatu Kita Teguh
panel menu
panel news ticker
Bagi pencinta game online, kini telah hadir ribuan game yang bisa dimainkan secara gratis di suaramerdeka.com. Ayo para game mania, buruan manfaatkan kanal game online kami di http://suaramerdeka.matchmove.com/games
panel iklan Hosrizon
panel main 1
22 Juli 2011 | 21:44 wib
Duduk Lama Sebabkan Darah Beku
image

EMBOLI merupakan penyakit pembekuan darah dalam paru-paru. Salah satu penyebabnya malas berolahraga, berdasarkan survei dari 70.000 perawat yang memilih duduk di sofa daripada berolahraga setelah bekerja lebih cenderung mengalami pembekuan darah dalam paru-paru.

Berdasarkan riset baru, para perempuan yang menghabiskan lebih banyak waktu mereka duduk saat tiba di rumah bisa lebih cenderung berpotensi mengalami pembekuan darah mematikan dalam paru-paru daripada mereka yang lebih aktif, seperti dikutip Guardian.

Studi itu merupakan yang pertama menunjukkan bahwa gaya hidup duduk berjam-jam bisa menyebabkan emboli paru. Pembekuan darah berjalan sampai dalam vena kaki dan pada akhirnya masuk paru-paru. Gejalanya termasuk nyeri dada, sesak nafas dan batuk-batuk.

Sudah diketahui bahwa orang yang berolahraga dan lebih aktif secara fisik kecenderungan menderita emboli paru lebih sedikit. Penelitian yang dipublikasikan dalam British Medical Journal itu merupakan penelitian pertama yang menunjukkan bahwa duduk meningkatkan risiko emboli paru.

Penelitian itu dilakukan oleh Dr Christopher dari rumah sakit umum Massachussetts, Amerika Serikat. Dia menyelidiki kebiasaan di waktu senggang dari hampir 70.000 perawat di AS, yang kebanyakan bergerak pada hari kerja mereka.

Selama periode 18 tahun, para peneliti menemukan bahwa mereka yang duduk selama lebih dari enam jam sehari saat mereka tidak bekerja berisiko mengalami emboli paru dua kali lipat dari mereka yang duduk kurang dari dua jam sehari. Hasilnya tetap berlaku bahkan setelah mempertimbangkan usia, kelebihan berat badan dan kebiasaan merokok.

Penelitian itu juga menemukan bahwa ketidakaktifan terhubung dengan penyakit jantung dan tekanan darah tinggi.

"Tidak aktif secara fisik selama jangka waktu panjang bisa menjadi salah satu mekanisme tersembunyi yang terkait penyakit arteri dan penyakit vena," kata James Douketis, direktur pengobatan vaskuler di McMaster University, Hamilton, Ontario di Kanada.

Meningkatnya risiko perempuan yang disebabkan duduk berjam-jam bukan yang terbesar, satu editorial yang dipublikasikan bersama penelitian  mengatakan itu hanya sedikit lebih tingi daripada yang disebabkan oleh perempuan yang mengonsumsi pil KB atau yang melakukan penerbangan lama.

(rifki,HC/CN34)
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Baca Juga


Panel menu
image
26 Mei 2012 | 22:59 wib
Dibaca: 212
image
24 Mei 2012 | 09:54 wib
Dibaca: 319
image
21 Mei 2012 | 19:01 wib
Dibaca: 786
image
14 Mei 2012 | 21:04 wib
Dibaca: 2061
image
14 Mei 2012 | 00:17 wib
Dibaca: 1874
Panel menu tepopuler dan terkomentar
FOOTER