panel header


BECIK KETITIK ALA KETARA
Berbuat Baik Atau Buruk Akhirnya Terlihat Juga
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
16 Mei 2011 | 17:35 wib
Susu Formula Bukan Solusi untuk Anak Susah Makan
image

 

SELAMA ini kebanyakan para orang tua selalu memberikan nutrisi tambahan kepada anak-anaknya terutama balita berupa susu formula maupun suplemen. Padahal, didalam kandungan susu tersebut terdiri dari gula, protein hewani dan lemak.

Jika dikonsumsi berlebihan dan terus-menerus akan memberatkan fungsi organ pankreas anak. Bahkan, mirisnya lagi makanan olahan, kemasan dan gula juga diduga dapat menimbulkan penyakit diabetes, hiperaktif, autis dan puberitas dini.

Oleh karena itu, diperlukan makanan sehat yang cukup, baik ragam dan porsinya, agar makanan bisa diserap optimal oleh tubuh. Misalnya dengan memperbanyak makan makanan buah dan sayuran.

Memang sayuran berwarna hijau kadang tidak disukai anak-anak. Namun, bagi orang tua yang menginginkan putra-putrinya tumbuh dengan sehat, berbagai sayuran bisa dibuat sebagai pewarna makanan alami misalnya membuat puding yang berwarna-warni agar bisa menarik yang dibuat dari wortel dan sayuran lainnya.

Hal tersebut disampaikan oleh pakar gizi, Wied Harry Apriadji saat memberi materi dalam seminar dengan tema "Makanan Balita agar Tumbuh Sehat Cerdas dan Jangkung yang diadakan oleh AIMI dan CNI di rumah makan Prima Jalan Pringgading Semarang, baru-baru ini. 

Sementara itu, menurut Ketua Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) Jateng, Rachmadhani, susu formula bukanlah solusi untuk anak yang susah makan. Dia juga merekomendasikan para ibu-ibu mempraktekkan standar emas makanan bayi, yakni inisiasi menyusui dini, ASI ekslusif selama enam bulan, makanan pendamping ASI dan terus menyusui sampai anak berusia 2 tahun.

Dalam kesempatan itu, Wied Harry Apriadji juga memberikan tip-tip para orang tua untuk menyiapkan makanan sehat dengan buatan sendiri, yaitu sedikit demi sedikit mengurangi gula, penyedap rasa dan bahan pengawet yang berisiko untuk kesehatan.

"Sudah saatnya para keluarga mengolah makanan yang alami seperti sayuran, ikan dan buah. Jika orang tua gemar mengkonsumsi sayuran akan memberikan contoh kepada anak-anaknya untuk ikut makan sayuran," katanya.

 

(Yulianto/CN28)
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Baca Juga


Panel menu
image
04 September 2014 | 16:31 wib
Dibaca: 10286
image
26 Agustus 2014 | 15:27 wib
Dibaca: 12326
image
24 Agustus 2014 | 16:11 wib
Dibaca: 10078
image
21 Agustus 2014 | 10:34 wib
Dibaca: 9278
image
19 Agustus 2014 | 17:44 wib
Dibaca: 9509
Panel menu tepopuler dan terkomentar
FOOTER