panel header


DHUWUR WEKASANE, ENDHEK WIWITANE
Akhirnya Mulia, yang semula sederhana
panel menu
panel news ticker
Bagi pencinta game online, kini telah hadir ribuan game yang bisa dimainkan secara gratis di suaramerdeka.com. Ayo para game mania, buruan manfaatkan kanal game online kami di http://suaramerdeka.matchmove.com/games
panel iklan Hosrizon
panel main 1
05 Agustus 2010 | 17:53 wib
Leganya, Jika Melahirkan Tak Harus Sakit
image

TAK ada yang menyangkal, bahwa seorang ibu harus bergelut dengan rasa sakit dan bertaruh nyawa, saat melahirkan. Hal itu seakan sudah menjadi takdir yang tidak bisa diganggu-gugat. Namun, apakah tidak ada solusi mengatasi rasa sakit saat melahirkan bagi Sang ibu maupun calon ibu?

"Sampai saat ini masih ada mitos-mitos bahwa ibu melahirkan harus sakit. Kalau tidak sakit, maka seorang perempuan tidak bisa merasakan menjadi ibu seutuhnya," kata Dimas Nasser Fiftandi, Direktur Trance & Education Center Bandung, Kamis (5/8), di sela-sela seminar bertajuk "Blora Sehat dengan Relaksasi" di Sasana Bhakti Blora.

Dia menjelaskan, pada dasarnya, mitos itu harus dihilangkan, karena rasa sakit saat melahirkan, sebenarnya bisa dihilangkan. "Ada hal yang bisa dilakukan untuk menghilangkan rasa sakit bagi ibu melahirkan," ungkapnya. Salah satunya dimulai dengan membuang mitos-mitos yang ada, dan pemberian gambaran-gambaran positif dari Sang suami kepada istrinya.

Selain itu, salah satu pendiri Trance ini juga mengemukakan, ada metode lain yang juga sangat bermanfaat untuk menghilangkan rasa sakit saat ibu melahirkan. "Salah satunya dengan hypnotherapy, di antaranya dengan melakukan relaksasi," imbuh dia.
 
Suami Harus Berperan
 
Sementara doker Yanne Cholida, pakar hypnotherapy yang juga menjadi salah satu pembicara dalam seminar tersebut mengatakan, laki-laki atau suami harus berperan di saat istrinya melahirkan. Menurutnya, suami bisa mendampingi istrinya yang melahirkan, dan memberinya semangat saat berjuang dalam proses persalinan. "Tidak zamannya lagi suami hanya menunggu ketika istrinya melahirkan, seperti dalam sinetron," tegasnya.

Bahasan tentang hypnotherapy itu pun sangat menarik perhatian masyarakat, sehingga ratusan peserta turut ambil bagian hadir dalam acara tersebut. Seminar tersebut digelar kerjasama Trance & Education Center Bandung DLG (Delanggu), Jepon, Blora.

Selain Blora, Trance sudah memberikan seminar dan workshop-workshop tentang hypnotherapy di berbagai kota. Trance didirikan Dimas Nasser Fiftandi, dr Angga Prasetya, dr Yanne Cholida dan Achmad Fadly Aris pada 2009. "Kami sudah sering memberikan seminar-seminar maupun workshop workshop. Di antaranya di Kutoarjo(Purworejo), Bandung dan Blora sendiri," ujar Dimas.

(Rosidi/CN27)
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Baca Juga


Panel menu
image
26 Mei 2012 | 22:59 wib
Dibaca: 210
image
24 Mei 2012 | 09:54 wib
Dibaca: 319
image
21 Mei 2012 | 19:01 wib
Dibaca: 786
image
14 Mei 2012 | 21:04 wib
Dibaca: 2061
image
14 Mei 2012 | 00:17 wib
Dibaca: 1874
Panel menu tepopuler dan terkomentar
FOOTER