
SARANG ULAT: Salah seorang warga menunjuk pohon angsana yang dijadikan sarang ulat Kamis (9/2). (suaramerdeka.com / Bambang Isti)
SEMARANG, suaramerdeka.com - Serangan ulat bulu berwarna kecoklatan sudah sepekan ini meresahkan warga Jalan Panembahan Senopati, Perumahan Sulanji di Kelurahan Ngalian, Kecamatan Ngalian, Semarang, sampai Kamis (9/2) masih tetap berlangsung, bahkan sudah mulai merambah di gedung sekolah.
Ulat-ulat itu diduga jumlahnya ratusan itu menempel di pohon dan dahan-dahan pohon angsana terutama yang berjajar di taman di depan Kompleks PKL, terutama di situ berdiri gedung SMPN 16 dan SDN Ngaliyan 01.
"Yang kami khawatirkan, kalau ulat itu sudah banyak yang menempel di dinding sekolah, takut anak-anak akan terimbas. Untungnya ulat-ulat itu baru menempel di tembok luar sekolah," kata Suratman, guru SDN Ngalian 01.
Menurut dia, sampai saat ini belum ada tindakan nyata dari pemerintah terkait, yakni Dinas Pertanian dan Peternakan Kota Semarang. "Antisipasi kami hanya melakukan pembakaran di sekitar kerumunan ulat itu saja," kata Suratman.
Banyak warga PKL hampir semua merasakan gatal-gatal yang teramat sangat. Seorang sopir taksi yang ngetem di kawasan itu, bahkan diserang bulu-bulu ulat itu. Karena tidak tahan dia memilih pergi ke rumah sakit terdekat untuk minta pertolongan.
( Bambang Isti / CN31 / JBSM )