
SEMARANG, suaramerdeka.com - Gubernur Bibit Waluyo meminta seluruh jajarannya agar terus melakukan efisiensi dan jangan terjebak dalam politik praktis, khususnya menjelang agenda pemilihan gubernur di tahun 2013. Efisiensi ini bisa dari berbagai macam aspek termasuk perencanaan perjalanan dinas yang disesuaikan dengan skala prioritas dan kepentingan untuk sebuah program.
''Upaya itu memang cukup strategis tapi promosi yang dilakukan di luar negeri, harus dihitung benar untung ruginya positif negatifnya bagi kemajuan di Jateng. Jika memang kurang tepat sebaiknya jangan karena sama saja itu pemborosan dan tidak efisien tolong dikaji lagi,'' ujar Bibit menyoroti rencana promosi wisata ajang Internasional Tourismus Borse di Berlin Jerman.
Bibit mengungkapkan hal tersebut saat pelantikan pejabat eselon II yakni Pujo Rahayu (mantan sekretaris KPU Jateng) sebagai staf ahli gubernur bidang ekonomi dan keuangan serta Agus Sriyanto (eks Kabid Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jateng) sebagai Kepala Biro Bina Produksi Setda Provinsi Jateng.
Selain menyoal efisiensi, imbauan untuk tidak terlibat dalam politik praktis dan menjunjung tinggi netralitas PNS juga perlu dikedepankan. Dengan memanasnya suhu politik mendekati pilkada, menurut Bibit, para pegawai negeri juga bisa bekerja profesional sebagai abdi negara serta terus mempertahankan prestasi yang diraih.
Bibit sendiri mengaku, akan menjalankan tugas sebaik-baiknya hingga akhir masa jabatannya meski tidak bisa dipungkiri tekanan politik akan bertubi-tubi menghujam dirinya. ''Mesti aku bakal dikeroyok tapi ora masalah yang penting pegawaiku harus tetap netral. Yen meh ono sing nyalon ya monggo tapi ojo ngelek-elek,'' tegasnya.
Sementara itu, siang harinya, Sekda Jateng Hadi Prabowo melantik 51 pejabat eselon III dan IV di tempat yang sama. Dari jumlah itu, pejabat eselon III yang dilantik ada 27 pejabat, sisanya eselon IV. "Khusus pejabat eselon IV baru, kami harap supaya bisa melengkapi pendidikan kapasitas diri. Sebab, ini merupakan landasan dan acuan untuk menempati jabatan stuktural eselon III dan seterusnya," tandasnya.
Menurut Hadi, kenaikan jabatan ini tidak berlangsung secara otomatis, melainkan harus melalui penilaian dan uji kompetensi. Karena itu, PNS tersebut diharapkan bisa terus meningkatkan kinerjanya.
( Modesta Fiska / CN34 / JBSM )