
SEMARANG, suaramerdeka.com - Sebanyak 13 kabupaten/kota di Jawa Tengah tercatat masih dinyatakan endemis penyakit malaria, termasuk mulai meningkatnya kejadian di daerah selatan seperti Purworejo dan Banyumas. Apalagi setelah salah satu daerah di DIY yakni Kulonprogo dinyatakan KLB (kejadian luar biasa) sehingga daerah yang berbatasan dengan wilayah tersebut terus dipantau agar tidak meluas.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Jateng Anung Sugihantono mengungkapkan, daerah yang berbatasan dengan Kulonprogo khususnya di Kaligesing Purworejo juga menjadi perhatian serius mengingat penularan melalui gigitan nyamuk Anopheles bisa terjadi. Selain melakukan upaya survailans migrasi dimana ada kewajiban seorang pendatang untuk melapor terutama jika berasal dari daerah endemis, Dinkes juga melakukan mass blood survay atau survei darah massal.
''Selain survailans, kita juga lakukan survei darah di wilayah yang kemungkinan besar terjadi migrasi atau berbatasan dengan wilayah KLB. Di Kaligesing terlihat angka survei darah masih wajar dan tidak ada peningkatan,'' ujar Anung di sela rapat koordinasi dengan Komisi E di Gedung Berlian, Selasa (7/2).
Kabid Pencegahan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan Jateng, Djoko Mardijanto menjelaskan, daerah yang masih endemis itu diantaranya adalah Kabupaten Magelang, Purworejo, Purbalingga, Banyumas, Cilacap, Wonosobo, Jepara, Pekalongan, Tegal dan Pemalang. Angka kematian kasus malaria, lanjut dia, sangat kecil diatas 1/1000 penduduk. Berdasarkan catatan, jumlah total penderita sekitar 1.500 orang dari 13 wilayah dalam satu tahun.
''Kemarin sempat meninggal 1 orang setelah pulang dari Lampung dan sakit di Purworejo. Angka kematian sangat kecil tetapi kita perlu melakukan langkah preventif semisal ingin pergi ke daerah endemik seperti di luar Jawa,'' jelas Djoko.
Menurut dia, jumlah penderita di wilayah utara relatif sudah menurun dibandingkan daerah di selatan. Di Cilacap, lanjut dia, sudah beberapa tahun sangat minim kasus pasca dilakukan pengerukan Segara Anakan lalu lumpurnya ditimbun ke daerah genangan air membuat kejadiannya turun drastis.
Selain mencegah dengan minum obat ketika pergi ke wilayah endemis di Papua misalnya, bisa juga memakai obat oles hingga kelambu. Upaya lain yang dilakukan juga bekerjasama dengan Dinas Pertanian atau Perkebunan seperti di wilayah kebun salak di Magelang atau Purworejo yang cukup rapat dan rimbun, perlu dibuat lebih longgar.
( Modesta Fiska / CN34 / JBSM )