
SEMARANG, suaramerdeka.com - Pemprov Jateng menargetkan pengembangan Bandara Dewandaru di Karimun Jawa bisa diselesaikan akhir tahun 2012 dengan menambah panjang landasan pacu sepanjang 250 meter.
Saat ini landasan pacu yang sudah ada memiliki panjang 950 meter dengan lebar 23 meter, sehingga dengan penambahan kapasitas tersebut total akan mencapai 1.200 meter. Proyek fisik tersebut diperkirakan menelan dana sekitar Rp 70 miliar, belum termasuk pembebasan lahan.
Menurut Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Jateng Urip Sihabudin, dana tersebut dipakai membangun landasan pacu termasuk apron dan sisi lancasan pacu (airstrip). Kebutuhan lahan diperkirakan mencapai 15 hektare dan 5 hektare diantaranya telah dibebaskan. Namun jumlah yang telah dibebaskan inipun sudah cukup memenuhi kebutuhan untuk perpanjangan landasan.
''Dengan 5 hektare ini sebenarnya sudah bisa untuk perpanjangan landasan sekitar 250 meter. Jadi secepatnya proses penyelesaian bisa dilakukan sambil pembebasan lahan sisanya juga digenjot,'' ujar Urip saat ditemui di gubernuran, Selasa (7/2).
Demi keselamatan penerbangan, lanjut dia, pelebaran juga perlu dilakukan di masing-masing sisinya dengan mengoptimalkan lahan yang kini masih dalam proses pembebasan. Rata-rata harga tanah yang dibebaskan mencapai Rp 70 ribu/m2.
''Kami terus berupaya menggenjot penyelesaian pembangunan termasuk pembebasan lahan,'' terangnya.
Pascapenyelesaian Bandara Dewandaru, lanjut Urip, pihaknya juga bakal mengkaji kerjasama dengan pihak ketiga yakni operator bandara terkait besaran bagi hasil. Pengembangan bandara ini memang diharapkan bisa memudahkan jangkauan bagi para wisatawan yang hendak menuju kesana.
( Modesta Fiska / CN34 / JBSM )