panel header


BECIK KETITIK ALA KETARA
Berbuat Baik Atau Buruk Akhirnya Terlihat Juga
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
07 November 2011 | 11:48 wib
Buruh Demo di Disnakertrans dan Gubernuran

Semarang, CyberNews. Massa yang tergabung dalam Serikat Pekerja Nasional (SPN) Kota Semarang menggelar demo di Kantor Dinas Tenaga kerja dan Kependudukan Provinsi Jawa Tengah dan Kantor Gubernur Jateng, Senin (7/11).

Menurut koordinator Gerbang Nanang, aksi ini digelar sebagai bentuk kekesalan mereka terhadap tidak adanya tanggapan dari Gubernur Jateng Bibit Waluyo terhadap tuntutan mereka yakni UMK sebesar Rp 1,4 juta.

Mereka juga menuntut surat kesepakatan pengupahan di provinsi Jateng dicabut. Pemerintah dianggap telah mengabaikan surat edaran dirjen PHI. ''Kab/kota menggunakan konversi mitan ke gas atas permintaan dewan pengupahan provinsi. Cabut konversi sekarang juga,'' teriak Nanang

Sebelum beraksi, pukul 09.30 massa kumpul di air mancur Jalan Pahlawan dengan membawa bendera SPN. Kemudian mereka bergerak menuju Kantor Dinas Tenaga kerja dan Kependudukan Jateng guna menemui Kepala Dinas P Edison Ambarura.

Lantaran tak berhasil menemui Edison, massa kemudian bergerak ke kantor Gubernuran yang berada di jalan Pahlawan. Dalam aksi tersebut para pendemo melempari foto gubernur yang ada di baliho Taman Jalan Pahlawan dengan tomat busuk dan sepatu yang mereka pakai.

Aksi pelemparan itu juga berlanjut di depan gerbang kantor gubernuran. Di tempat itu massa juga melempari tulisan 'gubernur' dengan tomat busuk dan sepatu. Demo buruh ini juga diwarnai dengan saling dorong antara buruh dan aparat kepolisian.

Bahkan aksi saling dorong itu hampir menyebabkan bentrok karena aparat merasa terdesak karena berkali-kali terdorong sehingga mendorong balik massa yang membuat salah-satu buruh nyaris terjatuh. Tidak terima dengan sikap polisi, buruh balas menyerang sehingga menyebabkan kedua pihak sempat bersitegang.

Aksi saling dorong mendorong itu terjadi karena massa kesal tidak berhasil menemui pejabat yang ingin ditemui yaitu kepala dinas tenaga kerja dan kependudukan Jawa Tengah maupun Gubernur Jawa Tengah. Selain itu mereka tak diperbolehkan masuk ke gubernuran sehingga akhirnya mereka  menutup akses jalan Pahlawan.

Sementara, Edison yang juga Ketua Dewan Pengupahan Provinsi Jateng mengatakan, pencabutan tentu harus dilakukan melalui mekanisme sidang di dewan pengupahan.

( Yulianto , Modesta Fiska / CN26 / JBSM )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Baca Juga


Panel menu
Semarang Terbaru
26 Juli 2014 | 05:50 wib
Dibaca: 95
26 Juli 2014 | 05:30 wib
Dibaca: 118
26 Juli 2014 | 04:40 wib
Dibaca: 180
26 Juli 2014 | 02:24 wib
Dibaca: 242
26 Juli 2014 | 01:27 wib
Dibaca: 338
Panel menu tepopuler dan terkomentar
Berita Terpopuler
FOOTER