panel header


ALON ALON WATON KELAKON
Pelan Pelan Saja Asal Berhasil
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
20 Juni 2013 | 20:37 wib
Jelang Ramadhan, Stok Pangan Aman

JAKARTA, suaramerdeka.com - Pemerintah menyatakan stok bahan pangan menjelang bulan Puasa dan Hari Raya Idul Fitri aman meski harganya mengalami kenaikan.

"Seluruh komoditas pokok kita memang mengalami kenaikan namun pada batas-batas yang normal seperti menghadapi tahun-tahun atau bulan-bulan Lebaran," kata Menko Perekonomian Hatta Rajasa di Jakarta, Kamis (20/6).

Saat ini, kata dia, stok beras di Perum Bulog mencapai 3 juta ton dan masih berpeluang tambah 2 juta ton. "Dengan catatan bahwa kita akan mengeluarkan raskin sekitar 700 ribu ton tambahan dari 12 menjadi 15 kali dan kemudian kesiapan Bulog sudah sampai untuk mengintervensi atau melakukan stabilitas pada harga daging sapi dengan akan memasukan sekitar 3000 ton untuk kesiapan menghadapi tahun-tahun keagamaan ini," jelasnya.

Menurut Direktur Utama Perum Bulog Sutarto, stok beras di gudang yang mencapai 3 juta ton itu tertinggi dalam sejarah. "Ini tertinggi dalam sejarah dan cukup sampai satu tahun," ujar Sutarto.

Dengan jumlah stok sebanyak itu, kata Sutarto Bulog siap untuk melakukan operasi pasar (OP) jika terjadi gejolak harga khususnya akibat dampak kenaikan harga BBM, puasa dan hari besar keagamaan.

"Jadi jika ada gejolak harga kita siap untuk melakukan operasi pasar, bahkan di Jatim (Jawa Timur) sudah dilakukan operasi pasar besar-besaran, jadi kalaupun ada kenaikan paling hanya Rp 50-100 per kilogram," cetusnya.

Namun, Sutarto tidak bisa menjamin dengan stok sebanyak itu, pihaknya tidak melakukan impor beras tahun ini.

Deputi Bidang Koordinator Pangan dan Sumber Daya Hayati Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Diah Maulida menambahkan stok pangan dijamin cukup. "Memang ada dua yang berpengaruh apa dari harga atau dari angkutan jadi ini saling mempengaruhi jadi harus ada ekstra kerja keras untuk bisa mengendalikan harganya," kata dia.

Diah memaparkan kenaikan harga terjadi pada komoditas cabai merah yang naik 23%. Menurutnya, hal itu karena faktor musiman yakni musim kemarau. Selain itu kenaikan harga juga terjadi pada cabai rawit, daging ayam, dan telur ayam.

"Untuk daging ayam sudah ada tambahan sampai 17,5% dan untuk telur 15% stoknya cukup, dari harga memang ada sedikit kenaikan sekitar 5% sedangkan yang lain seperti minyak goreng, beras, kedelai, tempe dan sebagainya dibawah 1% kenaikannya," jelasnya.

( Kartika Runiasari / CN38 / SMNetwork )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share

Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
05 September 2014 | 23:56 wib
Dibaca: 13348
05 September 2014 | 23:45 wib
Dibaca: 14081
05 September 2014 | 23:30 wib
Dibaca: 13855
image
05 September 2014 | 23:15 wib
Dibaca: 16245
05 September 2014 | 23:00 wib
Dibaca: 13417
Panel menu tepopuler dan terkomentar
 Berita Terpopuler
FOOTER