panel header


KEGEDHEN EMPYAK KURANG CAGAK
Banyak Pengeluaran, Kurang Penghasilan
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
15 Maret 2013 | 23:42 wib
Tari Karya Tiga Koreografer di Satu Panggung
image

TARI KONTEMPORER: Salah satu sajian repertoar tari karya tiga koreografer muda Solo dalam tajuk Angin Pagi di Persimpangan yang digelar di Teater Arena TBS, semalam Jumat, (15/3).(suarameredeka.com/Sri Wahjoedi).


SOLO, suaramereka.com -
Tiga koreografer muda Solo yang cukup semangat menggelar karyanya bareng-bareng di Teater Arena Taman Budaya Jawa Tengah Surakarta (TBS) semalam Jumat (15/3). Lewat repertoar bertajuk Angin Pagi di Persimpangan, ketikanya menyajikan karya masing-masing secara terpisah.

Pentas Angin Pagi di Persimpangan, menurut mereka, merupakan pertemuan tiga karya dari tiga koreografer yang seperti angin yang datang dari segala penjuru. Mereka bertemu di sebuah persimpangan, Dan pagi adalah simbol sebuah harapan.
Mereka dari arah yang berbeda sepakat untuk sebuah kreativitas.

Meski ketiganya berangkat dari dasar tari tradisional, mereka sarjana seni Institut Seni Indonesia(ISI) Solo, namun selama ini mereka dikenal dengan karya tari kontemporernya. Demikian juga malam itu, mereka mengusung tari kontemporer
terbarunya. Sebagai satu kreativitas, memang terasa sangat bebas dalam mengolah geliat tubuh maupun menyusun komposisi gerak tari. Tidak muncul keteraturan gerak yang menunjukkan pada pola gerak tari yang lazim dipakai.

Itulah barangkali sebuah kreativitas yang tanpa batas. Tubuh berguling di lantai, berlari dan menggeliat serta menggerakkan anggota tubuh hampir menjadi sajian setiap tarian karya masing-masing koreografer.

Seperti yang diusung perempuan koreografer Retno Enno Sulistyorini, lewat karyanya berjudul Pagi Yang Dipungut. Enno mencoba mengungkap realitas pagi sebagai waktu yang mengawali sesuatu. Entah pagi untuk berangkat bekerja, belajar dan juga untuk berfikir. Banyak peristiwa yang terjadi pada pagi hari.

Malah ketika menggantungkan harapan atau impian, bisa diawali di pagi hari. Dengan kostum sejenis daster berwarna biru, Enno menggerakkan tubuh dan memanfaatkan lebar panggung`membuat vokabuler gerak  yang eksplosif.

( Sri Wahjoedi / CN32 / JBSM )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share

Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
05 September 2014 | 23:56 wib
Dibaca: 12096
05 September 2014 | 23:45 wib
Dibaca: 12803
05 September 2014 | 23:30 wib
Dibaca: 12596
image
05 September 2014 | 23:15 wib
Dibaca: 14900
05 September 2014 | 23:00 wib
Dibaca: 12179
Panel menu tepopuler dan terkomentar
 Berita Terpopuler
FOOTER