panel header


GUPAK PULUT ORA MANGAN NANGKANE
Capek Bekerja Tidak Dapat Hasilnya
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
05 Maret 2013 | 12:05 wib
Pembuatan Kantong PKL Purwokerto Tetap Berlanjut

PURWOKERTO, suaramerdeka.com - Pembuatan kantong-kantong Pedagang Kaki Lima (PKL) di Purwokerto akan tetap dilanjutkan, meski akan terjadi pergantian bupati. Pasalnya pembentukan kantung PKL merupakan program yang sudah cukup lama digulirkan.

''Kami masih berkomitmen untuk membuat kantung-kantung PKL.  Harapannya keberadaan PKL di Purwokerto berada di satu lokasi, sehingga dapat memudahkan dalam melakukan penataan,'' kata Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Dinperindagkop) Banyumas, Muntorichin, Selasa (5/3).

Menurutnya, pedagang kaki lima yang selama ini berjualan di sejumlah lokasi, diarahkan untuk menempati kawasan yang secara khusus telah dipersiapkan bagi mereka, seperti kawasan Kebondalem, pusat kuliner Pratistha Harsa maupun shelter penampungan PKL di Jalan Jenderal Soedirman depan toko roti Go.

''Namun dalam praktiknya tidak mudah, sebab sebagian besar mereka keberatan untuk direlokasi ke kantung-kantung PKL tersebut,'' katanya.

Sementara Joko Setyono, kabid Pasar Dinperindagkop, menambahkan sulitnya merelokasi PKL ke lokasi penampungan, lantaran dukungan dari masyarakat masih kurang. Ia mencontohkan, rencana pemindahan PKL Jalan Jensoed ke shelter penampungan depan toko roti Go sampai sekarang belum dilakukan.

''Sebenarnya kami menunggu adanya perwakilan masyarakat atau LSM yang mengajukan keberatan terkait keberadaan PKL yang berjualan di trotoar jalan.  Padahal ini penting sebagai dasar ketika kami akan merelokasi mereka,'' katanya.

Menurut dia, jika selama ini keberadaan pedagang yang berjualan di sepanjang trotoar dianggap mengganggu pejalan kaki, semestinya ada masyarakat yang protes.  Tapi sampai sejauh ini belum ada yang protes.

Adapun terkait keinginan PKL Jensoed agar direlokasi ke lahan di sebelah selatan Pasar Wage, Muntorichin menjelaskan, hal itu cukup sulit direalisasikan, sebab membutuhkan dana yang cukup besar.

( Budi Setyawan / CN26 / JBSM )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share

Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
01 Agustus 2014 | 02:31 wib
Dibaca: 4
01 Agustus 2014 | 02:17 wib
Dibaca: 37
01 Agustus 2014 | 02:03 wib
Dibaca: 193
01 Agustus 2014 | 01:49 wib
Dibaca: 127
01 Agustus 2014 | 01:34 wib
Dibaca: 112
Panel menu tepopuler dan terkomentar
 Berita Terpopuler
01 Agustus 2014 | 01:19 wib
01 Agustus 2014 | 00:35 wib
01 Agustus 2014 | 02:03 wib
01 Agustus 2014 | 00:50 wib
FOOTER