panel header


NGUYAHI BANYU SEGARA
Melakukan Hal yang Sia-Sia
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
02 Maret 2013 | 14:16 wib
Pemkot Magelang Bakal Susun Raperda Usaha Pariwisata
.

MAGELANG, suaramerdeka.com – Pemkot Magelang melalui Dinas Pemuda, Olah Raga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Disporabudpar) bakal menyusun rancangan peraturan daerah (Raperda) tentang usaha jasa pariwisata. Ini merupakan tindak lanjut dari UU no 10 tahun 2009 tentang kepariwisataan.

Kepala Disporabudpar Kota Magelang, Suko Tri Cahyo mengatakan, Perda ini nantinya sebagai kepastian hukum tentang segala sesuatu yang berkaitan dengan usaha jasa pariwisata dari perijinan hingga operasional usaha. Direncanakan, Perda akan selesai pada tahun 2014 mendatang.

“Sekarang masih kita kaji isi Raperdanya yang mengacu pada undang-undang tentang kepariwisataan. Kami target tahun ini Raperda sudah selesai dan langsung diajukan ke anggota dewan,” ujarnya, Sabtu (2/3).

Ia menuturkan, isi dari Raperda memang tidak mudah tapi juga tidak terlalu sulit. Sebab, sudah ada acuannya di dalam undang-undang, tinggal daerah mengikutinya saja. Namun, memang perlu pengkajian lebih dalam karena karakter pariwisata di tiap daerah bervariasi.

“Karena itu pula, pada 27 Februari lalu kami studi banding ke Kota Semarang, khusus untuk belajar Perda usaha jasa pariwisata. Kota Semarang sudah memiliki Perdanya dan kita perlu mencontoh dengan penyesuaian sesuai karakter Kota Magelang,” katanya.

Suko menambahkan, setidaknya ada 13 jenis usaha kepariwisataan yang ada di Indonesia. Di antaranya usaha perjalanan wisata, jasa penyediaan akomodasi (hotel), jasa makanan dan minuman, jasa kawasan pariwisata, jasa transportasi, usaha daya tarik wisata, dan jasa pramuwisata.

Selain itu, ada juga usaha jasa penyelenggaraan hiburan dan rekreasi, usaha jasa pertemuan perjalanan incentive-converence-expo, jasa konsultan, informasi pariwisata, wisata tirta, dan usaha jasa spa. Di Kota Sejuta Bunga sendiri, tidak semua usaha jasa tersebut ada.

“Karena tidak semua jenis usaha pariwisata itu ada di Kota Magelang, maka dalam Raperda dan Perda nanti akan kita fokuskan pada jenis usaha yang ada saja. Ini adalah skala prioritas dengan harapan pembahasan dapat terfokus,” tuturnya.

Terpisah, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Magelang, Edi Hamdani menanggapi positif adanya rencana Raperda dan Perda tentang usaha jasa kerpariwisataan tersebut. Hanya saja, pihaknya berharap jangan sampai Perda tersebut justru jadi beban.

“Pada prinsipnya kami mendukung kalau Perda itu untuk mendorong kemajuan pariwisata. Tidak menjadi masalah, asalkan jangan membebani para pelaku usaha baik ijin maupun biayanya. Kalau membebani, justru akan jadi bumerang bagi daerah sendiri,” jelasnya.

( Asef Amani / CN19 / JBSM )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share

Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
Index Berita
05 September 2014 | 23:56 wib
Dibaca: 24429
05 September 2014 | 23:45 wib
Dibaca: 26075
05 September 2014 | 23:30 wib
Dibaca: 25746
image
05 September 2014 | 23:15 wib
Dibaca: 29089
05 September 2014 | 23:00 wib
Dibaca: 25042
Panel menu tepopuler dan terkomentar
 Berita Terpopuler
FOOTER