panel header


MANGAN ORA MANGAN NGUMPUL
Tetap Bersatu Meski Dalam Kemiskinan
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
18 Februari 2013 | 09:48 wib
Mandiri Pangan Diawali dari Pekarangan
.

WONOGIRI, suaramerdeka.com - Untuk bahan pokok pangan sebagai sumber karbohidrat, masyarakat pedesaan tercukupi dari hasil tanaman pangan padi atau ubi di sawah dan lahan tegalan. Bagaimana dengan pencukupan kebutuhan sayur mayur dan variasi gizinya ? Ini dapat dipetik dari tanaman yang dibudidayakan di lahan pekarangan dan dari budidaya ikan di kolam.

Demikian potret sekilas tentang profil desa mandiri pangan di Dusun Dondong Desa Joho, Kecamatan Pracimantoro Kabupaten Wonogiri. Kelompok tani wanita Sumber Rejeki pimpinan Ny Suyatmi, tampi menjadi pelopor intensifikasi pemanfaatan pekarangan, untuk melaksanakan gerakan desa mandiri pangan.

Aneka tanaman sayur mayur, seperi kacang panjang, pisang, lombok, kangkung darat, terong dan bermacam empon-empon, ditanam di tanah pekarangan. Khusus untuk kangkung darat, dibudidayakan di bumbung bambu yang disulap menjadi semacam pot, tanaman terong dan empon-empon seperti kencur dan jahe, ada yang ditanam di media kantong-kantong palstik polibag dan pot.

Aneka tamanan itu, tumbuh subur karena diberi pupuk dalam takaran yang cukup. Di sisi barat rumah Suyatmi, dibuat kolam untuk budidaya ikan mujair. ''Pemilihan mujair, karena ikan ini dinilai lebih cocok hidup di kolam semusim yang airnya mengandalkan dari tadah hujan,'' tutur Kepala Desa (Kades) Joho, Bambang Surya Edi.

Dalam waktu tiga bulan, mujair dapat dipanen selagi kolam berangsur mengering, karena memasuki musim kemarau. Untuk pencukupan pupuk, warga mengandalkan dari kotoran ternak kambing dan sapi yang menjadi piaraannya. Dua dari 12 dusun yang ada di Desa Joho, pernah mendapatkan bantuan 100 ekor kambing. ''Saat ini telah berkembang menjadi sebanyak 140 ekor,'' kata kader wanita tani setempat, Wanti.

Melalui pembimbingan teknologi tepat guna, hasil panen petani Desa Joho dapat diolah menjadi aneka jenis komoditas pangan olahan, melalui kegiatan industri kecil skala rumah tangga. Seperti ubi singkong dan pisang misalnya, dapat diolah menjadi keripik. Juga menjadi bermacam produk jajanan. Panen kedelai diolah menjadi tempe.

Popularitas Dusun Dondong, mendadak mencuat ke publik ketika dipilih menjadi lokasi upacara pencanangan gerakan desa mandiri pangan tingkat Provinsi Jateng tahun 2013. Gubernur Jateng Bibit Waluyo, menyatakan, gerakan mandiri pangan ini dilaksanakan serentak di 800 desa.

Dari 800 desa mandiri pangan tersebut, sebanyak 22 desa berlokasi di Kabupaten Wonogiri. Masing-masing desa, mendapatkan bantuan dana Rp 47 juta. Gerakan ini, sebagai bagian dari emplementasi program 'bali ndesa mbangun desa'. ''Bertujuan untuk menurunkan angka kemiskinan di Provinsi Jateng,'' tegas Gubernur Bibit Waluyo.

Dalam mewujudkan kecukupan pangan masyarakat, juga dilaksanakan gerakan Percepatan Penganekaragaman Konsumsi Pangan (P2KP) di 27 desa di 10 kecamatan. Kepala Kantor Ketahanan Pangan (KKP) Wonogiri, Ir Safuan, menyatakan, bersamaan dengan pelaksanaan P2KP dan gerakan desa mandiri pangan, juga digalakkan optimalisasi pemberdayaan kelompok wanita tani.

Termasuk di dalamnya pengolahan potensi pangan lokal, intensifikasi pekarangan untuk mewujudkan kawasan rumah pangan lestari (KRPL), menumbuhkan lembaga distribusi pangan masyarakat (LDPM), pembangunan gudang sebagai lumbung cadangan pangan, dan padat karya pangan dengan upah beras.

 

( Bambang Purnomo / CN19 / JBSM )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share

Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
Index Berita
05 September 2014 | 23:56 wib
Dibaca: 2770
05 September 2014 | 23:45 wib
Dibaca: 2938
05 September 2014 | 23:30 wib
Dibaca: 2764
image
05 September 2014 | 23:15 wib
Dibaca: 3733
05 September 2014 | 23:00 wib
Dibaca: 2722
Panel menu tepopuler dan terkomentar
 Berita Terpopuler
05 September 2014 | 23:15 wib
02 September 2014 | 12:53 wib
05 September 2014 | 23:45 wib
05 September 2014 | 23:56 wib
FOOTER