
JAKARTA, suaramerdeka.com - Direktorat Jenderal Multilateral terbitkan 'Buletin Diplomasi Multilateral' dengan edisi pertama terbit April 2012 lalu. Saat ini telah terbitkan dua edisi, masing-masing dengan topik utama Kunjungan Sekjen PBB ke Indonesia dan Sidang G-20 di Los Cabos, Meksiko.
"Buletin Diplomasi Multilateral mengemban kepercayaan akan pentingnya diseminasi informasi dalam rangka menopang tugas-tugas diplomasi. Buletin ini diharapkan mampu menjadi sumber informasi dan diskusi bagi para akademisi, aktivis, pelaku bisnis, dan masyarakat umum yang bergerak dan memiliki concern terhadap isu-isu multilateral," kata Dirjen Multilateral Hasan Kleib.
Buletin setebal kurang lebih 50 halaman ini merupakan kelanjutan dari buletin yang sebelumnya pernah diterbitkan oleh Ditjen Multilateral, yakni Pejambon 6. Kehadiran Diplomasi Multilateral boleh dibilang merupakan kelahiran kembali dari buletin tersebut.
"Semangat dan warna yang dibawa Buletin ini tidak jauh beda dengan edisi-edisi sebelumnya. Jika ada yang ingin lebih dikedepankan, maka itu adalah aktualitas dari segi penyajiannya. Buletin ini ingin mengajak pembaca berbincang tentang isu-isu global terkini yang disajikan dalam bentuk tulisan-tulisan yang mudah dibaca," kata Hasan.
Rencananya buletin akan terbit dalam empat edisi setahun. Edisi pertama tahun 2013 tengah dalam proses penggarapan dan akan segera diluncurkan pada bulan Januari.
Selain didistribusikan dalam bentuk hard copy di lingkungan Kemlu dan stakeholders di luar, soft copy dalam bentuk PDF Buletin Diplomasi Multilateral juga dapat diakses melalui portal Kemlu di bagian Arsip.