panel header


MANGAN ORA MANGAN NGUMPUL
Tetap Bersatu Meski Dalam Kemiskinan
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
06 September 2012 | 08:40 wib
Petani Dilatih Praktik Vaksinasi Ikan

 

YOGYAKARTA, suaramerdeka.com - Jurusan Perikanan Fakultas Pertanian UGM mengadakan pelatihan vaksinasi dan kader vaksinator bagi puluhan petani kolam ikan asal Sleman, Kulonprogo dan Gunungkidul, di kolam ikan milik fakultas Pertanian UGM.

Dosen budidaya perikanan Susilo Budi Priyono MSi mengatakan, kegiatan pelatihan vaksinasi dimaksudkan untuk meningkatkan produksi dan budidaya ikan yang selama ini mengalami kendala gagal produksi akibat oleh serangan penyakit virus dan bakteri. "Dengan vaksinasi bisa meningkatkan kehidupan ikan hingga lebih dari 30 persen," katanya.

Dia menyebutkan, penyakit yang sering menyerang dan mengancam gagal produksi, yakni penyakit virus MrNV yang menyerang udang galah. Beberapa bulan lalu, virus itu menyebabkan kegagalan produksi pembenihan. Sedangkan untuk ikan lele, lebih banyak terkena penyakit bakteri aeromonas, sedangkan nila lebih banyak terserang streptococcus.

"Yang jadi masalah, kalangan petani umumnya awam menggunakan vaksinasi, padahal penggunaan vaksinasi lebih dianjurkan daripada menggunakan antibiotik," jelasnya.

Ahli penyakit ikan Dr Ir Murwantoko MSi mengatakan, cara vaksinasi yang bisa dilakukan pada ikan dapat dilakukan melalui tiga metode vaksinasi yakni lewat suntikan, vaksinasi rendaman dan vaksinasi oral.

Dengan vaksinasi rendaman, bisa dilakukan secara massal pada berbagai ukuran ikan, stres yang diakibatkan kecil, biaya tenaga kerja murah dan tidak berisiko bagi vaksinator. Namun kelemahannya, jumlah vaksin yang diperlukan cukup banyak, dan jangka perlindungan rendah.

Adapun lewat vaksinasi suntikan, hampir semua vaksin masuk ke tubuh ikan, efisien dan efektif dalam memberikan perlindunagan pada ikan. Namun tidak bisa dilakukan pada ikan yang berukuran kecil dan memerlukan tenaga kerja yang memiliki skill, serta berisiko bagi vaksinator.

Adapun melalui vaksinasi oral, vaksin bisa dicampur pada pakan. "Metode yang paling mudah untuk vaksinasi. Tapi butuh jumlah yang banyak," katanya.

Sunarto (53) petani ikan asal Tempel, Sleman menuturkan, dirinya baru mengerti pentingnya vaksinasi dalam meningkatkan kesehatan produksi ikan. "Selama ini ikan di kolam saya tidak pernah divaksin. Kalau risiko kena penyakit, rata-rata hampir 50 persen bibit ikan bisa mati," katanya.

( Bambang Unjianto / CN26 / JBSM )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share

Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
05 September 2014 | 23:56 wib
Dibaca: 5510
05 September 2014 | 23:45 wib
Dibaca: 6156
05 September 2014 | 23:30 wib
Dibaca: 5952
image
05 September 2014 | 23:15 wib
Dibaca: 7442
05 September 2014 | 23:00 wib
Dibaca: 5725
Panel menu tepopuler dan terkomentar
 Berita Terpopuler
FOOTER