
WONOGIRI, suaramerdeka.com - Aset yang dimiliki Baitul Maal wat Tamwil (BMT) di Kabupaten Wonogiri telah mencapai Rp 103 miliar. Besaran aset itu merupakan gabungan dari 35 BMT yang tergabung dalam Paguyuban BMT Kabupaten Wonogiri. Angka tersebut telah melebihi target tahun ini yang dipatok sebesar Rp 100 miliar.
Ketua Paguyuban BMT Kabupaten Wonogiri, Awaludin Wicaksono mengungkapkan, jumlah aset tersebut diprediksi akan semakin besar hingga akhir tahun ini. "Baru sampai Juni saja aset BMT-BMT di Wonogiri sudah Rp 100 miliar lebih. Padahal, target sampai akhir tahun cuma Rp 100 miliar. Berarti sekarang sudah melebihi target," katanya saat ditemui Suara Merdeka pada peringatan Hari Koperasi di Wonogiri, baru-baru ini.
Dia menambahkan, BMT-BMT di Wonogiri menunjukkan pertumbuhan yang pesat sejak tiga tahun terakhir. Peningkatan asetnya rata-rata berkisar 35-40% per tahun. "Setiap tahun selalu tumbuh. Tiga tahun belakangan ini sangat pesat," ujarnya.
Menurutnya, pertumbuhan itu didorong oleh struktur organisasi BMT yang semakin mantap. Di tambah lagi dengan pengembangan sumber daya manusia (SDM). Selama ini, faktor lemahnya SDM menjadi salah satu kendala perkembangan BMT.
"Kelemahan terbesar BMT ada di SDM. BMT merupakan salah satu jenis koperasi. Kalau cuma mendirikan itu gampang saja. Tetapi pengelolaannya itu tidak mudah. Kalau SDM-nya kurang bagus bisa terjadi penyelewengan," katanya.
Oleh karenanya, pihaknya memrogramkan pelatihan SDM setiap tahun. Pelatihan itu melibatkan pengurus, manajer, manajemen operasional hingga teller BMT. "Makanya, SDM itu digenjot terus agar pencapaiannya terus meningkat dan jangan sampai terjadi penyelewengan. Syukur di Wonogiri tidak ditemukan adanya penyelewengan," pungkasnya.
( Khalid Yogi / CN31 / JBSM )