panel header


NGUYAHI BANYU SEGARA
Melakukan Hal yang Sia-Sia
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
22 Juni 2012 | 14:58 wib
Pendataan Aset Amburadul
Lima Tahun, Karanganyar Hanya Raih Predikat WDP

 

KARANGANYAR, suaramerdeka.com – Karena pendataan dan penataan aset daerah yang masih amburadul, laporan keuangan penyelenggaraan pemerintahan Kabupaten Karanganyar hanya meraih predikat wajar dengan persyaratan (WDP).

"Dalam lima tahun terakhir, kami memang hanya meraih WDP terus-terusan. Kekurangannya karena kami selalu kesulitan melakukan pendataan dan penataan aset daerah secara menyeluruh dan tuntas," kata Sekda Drs Samsi MSi.

Dia menuturkan, Kabupaten Boyolali yang selama ini selalu jauh berada di bawah rangking Karanganyar, bahkan WDP saja tidak, ternyata langsung melejit meraih WTP (wajar tanpa persyaratan). Itu semua, kata Samsi, berkat pendataan asetnya yang dilakukan dengan tuntas.

Boyolali bisa langsung meraih predikat paling bagus dalam pemeriksaan keuangan dan penyelenggaraan pemerintahan. Langkah itu bisa ditiru. "Kami akan mencoba melakukan pembenahan, dan saat ini sedang melakukan penataan administrasinya. Misalnya Perda perubahan SOTK (susunan organisasi dan tata kerja) di DP2KAD (Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Keuangan dan Aset daerah) terutama di bagian aset," katanya.

Selama ini, bagian yang menata aset hanya Seksi, setingkat eselon IV/B. Tentu kewenangan dan staf yang ada sangat sedikit. Padahal aset yang ditangani sangat banyak. Karena itu dalam SOTK ditingkatkan menjadi Bidang atau eselon III/B.

"Dengan naik tingkat menjadi bidang, atau bahkan sebetulnya bisa saja setingkat Kantor dengan eselon III/A, maka penataan aset akan lebih leluasa. Dengan begitu kami yakin semuanya bisa dilakukan dengan tuntas," kata dia.

Samsi mencontohkan, masih banyak aset yang terbengkelai namun tidak terdata. Ada sepeda motor yang jumlahnya ribuan, bekas kantor yang mangkrak, dan lainnya. Belum lagi aset yang masih tidak sempat didata, apalagi ditata.

"Ke depan, aset yang tidak menghasilkan akan dilelang dan dihilangkan. Dengan begitu Pemkab tidak lagi menanggung perawatan, dan bahkan bisa lebih efisien. Aset yang ada dibenahi dan difungsikan sehingga menghasilkan," katanya.

( Joko Dwi Hastanto / CN26 / JBSM )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share

Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
05 September 2014 | 23:56 wib
Dibaca: 5677
05 September 2014 | 23:45 wib
Dibaca: 6330
05 September 2014 | 23:30 wib
Dibaca: 6121
image
05 September 2014 | 23:15 wib
Dibaca: 7635
05 September 2014 | 23:00 wib
Dibaca: 5894
Panel menu tepopuler dan terkomentar
 Berita Terpopuler
FOOTER