
BANJARNEGARA, suaramerdeka.com - Rencana pengajuan anggaran untuk pemeliharaan sejumlah jembatan gantung yang masih sangat dibutuhkan warga, agar bisa direalisasikan dalam APBD perubahan tahun ini, mendapat dukungan dari DPRD.
''Kami siap dan setuju sekali, jika usulan yang disampaikan sudah didasari oleh hasil survei atau pengecekan terhadap kondisi jembatan tersebut. Dengan demikian, akan ada skala prioritas berdasar tingkat kerusakan dan kemanfaatannya,'' kata Ketua DPRD Banjarnegara Wahyu Kristianto SE, Rabu (29/2).
Dia menambahkan, pembangunan yang dilakukan pemkab salah satunya adalah mengusung semangat untuk menembus keterisolasian warga yang berada di dusun-dusun terpencil. Selain itu, juga memudahkan akses perekonomian dan dinamika warga di berbagai bidang.
''Jika tidak ada upaya pengecekan secara berkala terhadap kondisi jembatan gantung, maupun jembatan permanen, maka sama saja mengabaikan semangat pembangunan tadi. Di beberapa titik atau desa, jembatan gantung masih sangat dibutuhkan untuk akses transportasi warga,'' paparnya.
Mengenai skala prioritas, menurutnya juga penting diperhatikan. Sebab, ada beberapa jembatan gantung yang lokasinya berdekatan atau akan berdekatan dengan lokasi pembangunan jembatan permanen.
Sebagai contoh di Desa Sigaluh menuju Sempol (Kabupaten Wonosobo). Tak jauh dari jembatan gantung itu, kini sedang dibangun jembatan permanen kerjasama antara Pemkab Banjarnegara, Wonosobo dan Pemprov Jateng. Jembatan itu berada di atas Sungai Serayu.
Maka bila jembatan permanennya sudah beroperasi, perlu analisis terhadap umur jembatan gantung. Setelah dianggap batas usianya atau daya tahannya habis, maka bisa dibongkar.
Demikian pula terhadap jembatan gantung di Kenteng yang kondisinya sudah rusak. Sebab tahun ini akan dibangun jembatan permanen di atas Sungai Serayu dari Kenteng-Parakancanggah. Jembatan itu langsung menghubungkan ke pusat keramaian kota, yakni pasar salak, terminal dan pasar induk.
( M Syarif SW / CN34 / JBSM )