panel header


BECIK KETITIK ALA KETARA
Berbuat Baik Atau Buruk Akhirnya Terlihat Juga
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
14 Februari 2012 | 21:20 wib
Belum Ada Titik Temu Ganti Rugi
Pembangunan Jembatan Sogan Terancam Batal
image

RUSAK: Rencana pembangunan jembatan gantung peghubung Desa Sogan dan Desa Karangwuni, Kecamatan Wates, Kulonprogo tersandung pembebasan tanah. (suaramerdeka.com/Panuju Triangga)

KULONPROGO, suaramerdeka.com -  Hingga tiga kali pembahasan pembebasan tanah untuk pembangunan jembatan Sogan -Karangwuni di Wates, Kulonprogo, masih juga belum ada titik temu. Bahkan dalam pembahasan, Selasa (14/2), selisih harga antara yang diminta warga dengan yang ditawarkan Pemkab sangat jauh. Dengan kondisi itu, dana pembangunan jembatan dimungkinkan akan dialokasikan ke lokasi lain.

Kasubag Perbendaharaan dan Kekayaan pada Bagian Pemerintahan Setda Kulonprogo, Gimo, mengakui pada pembicaraan ketiga tentang harga pembebasan tanah tersebut belum ada titik temu kesepakatan. Pembahasan itu dilakukan dengan 10 warga pemilik tanah yang akan dibebaskan, terdiri dari 6 orang warga Sogan dan 4 orang warga Karangwuni. "Belum ada titik temu mengenai harga ganti rugi tanah. Juga persoalan ganti rugi bangunan," katanya.

Warga yang meminta harga ganti rugi sebesar Rp 928.000 /meter persegi. Permintaan itu didasarkan warga pada ganti rugi tanah untuk pelebaran jalan pelabuhan Tanjung Adikarta dengan membandingkan NJOP dengan besaran ganti rugi yang diberikan.

Di lokasi itu, NJOP hanya sekitar Rp 17.000 /m dengan ganti rugi sekitar Rp 200.000 /m. Sementara di Jetis, Sogan, NJOP tanah lebih tinggi yakni Rp 64.000 /m. "Kemampuan Pemkab Kulonprogo sendiri untuk membebaskan tanah itu hanya Rp 150.000 /m persegi. Pertimbangannya sesuai harga tanah obyektif di lokasi itu," ujarnya.

Menurut Gimo, persoalan lain yang masih mengganjal yakni terkait ganti rugi bangunan. Warga meminta bangunan diganti rugi semuanya, karena bangunan yang tersisa sudah tidak mungkin lagi ditempati. Sedangkan menurut panitia pembebasan kabupaten, ganti rugi hanya diberikan untuk bangunan yang terkena garis pembebasan saja.

Mengingat jauhnya selisih harga ganti rugi antara yang ditentukan Pemkab dengan permintaan masyarakat, dimungkinkan tercapainya titik temu perlu waktu yang sangat lama. Sementara Pemerintah Provinsi DIY akan segera melelangkan pengerjaan jembatan.

"Kalau pembebasan tanah lama, pekerjaan fisik tidak akan selesai tahun ini. Sehingga bisa jadi dananya dialihkan untuk membangun jembatan di lokasi lain, jembatan Sogan bisa jadi dibatalkan," kata sumber resmi lain yang tidak bersedia disebut.

( Panuju Triangga / CN33 / JBSM )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share

Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
05 September 2014 | 23:56 wib
Dibaca: 11424
05 September 2014 | 23:45 wib
Dibaca: 12076
05 September 2014 | 23:30 wib
Dibaca: 11877
image
05 September 2014 | 23:15 wib
Dibaca: 14136
05 September 2014 | 23:00 wib
Dibaca: 11486
Panel menu tepopuler dan terkomentar
 Berita Terpopuler
FOOTER