
YOGYAKARTA, suaramerdeka.com - Cara menghipnotis anak-anak dapat diawali dengan menghilangkan kalimat negatif pada anak, lalu mulailah dengan berfikir positif untuk mendapatkan hasil positif, misalnya ''Terima kasih Tuhan, aku sehat, aku bahagia, aku pintar, dan aku baik hati''.
Doktrin pada anak tanpa disadari akan melekat dalam diri anak di bawah sadarnya. Beruntung apabila doktrin yang diberikan adalah hal-hal positif; namun apabila doktrin yang disampaikan, misalnya ucapan-ucapan bermakna negatif, akan sangat tidak baik bagi perkembangan jiwanya.
Demikian Hanung Prasetyo, seorang hypnotherapis mengawali pemaparan materi tentang pentingnya hypnoparenting sebagai upaya membentuk keluarga yang sehat dan berkualitas, bertempat di ruang sidang utama gedung pusat Layanan Akademik Fakultas Ilmu Keolahragaan UNY dalam kegiatan rutin Dharma Wanita Persatuan FIK UNY.
Hynoparenting bukan sihir melainkan teknik berkomunikasi yang melibatkan sistem kerja otak. Hypnoparenting memiliki kekuatan dasyat, khususnya yang berhubungan dengan pemikiran manusia, menggunakan prinsip kerja hipnotis (komunikasi dengan otak) dengan pengetahuan tentang bagaimana mendidik dan menjadi orang tua yang mampu memahami perkembangan anak.
Adapun hal-hal yang tepat untuk meng-hypnoparenting anak adalah saat menjelang tidur dan bangun tidur, menghindari kata-kata yang mengandung emosi negatif, memberikan pesan mental dengan sentuhan/tindakan dan kata-kata untuk mengasosiasikan kejadian tertentu, mengagetkan buah hati dengan kata-kata bijak, seperti suka minum susu, suka makan sayur, rajin belajar, secara filosofis, buatlah kepala anak yang masih kecil mendongak saat bersedih dan tepuk pantatnya secara lembut seirama detak jantung kita.
( Bambang Unjianto / CN34 / JBSM )