
LUBUKBASUNG, suaramerdeka.com - Sebanyak 16 kecamatan di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, rawan bencana alam karena memiliki dataran rendah, gunung merapi, danau dan pantai.
Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahtaraan Masyarakat, Agam Martias Wanto mengatakan, kecamatan-kecamatan tersebut rawan bencana alam seperti longsor, banjir, letusan gunung merapi, abrasi pantai dan bencana alam lainnya.
"Ke-16 kecamatan yang rawan bencana tersebut di antaranya Lubukbasung rawan banjir, Tanjung Mutiara rawan banjir, abrasi pantai dan tsunami, sedangkan Ampek Nagari rawan tsunami dan longsor, katanya, Sabtu (11/2).
Selain itu, Kecamatan Palembayan rawan longsor, Tanjung Raya rawan longsor, Matur rawan longsor, Malalak rawan longsor, Ampek Koto rawan letusan gunung merapi.
"Selanjutnya Kecamatan Banuhampu rawan letusan gunung merapi, Candung rawan letusan gunung berapi, Palupuh rawan longsor, Ampek Angkek rawan banjir.
Dengan kondisi ini, Pemkab Agam mengambil langkah antisipasi untuk mengurangi risiko bencana dan bagaimana menyiapkan diri untuk menghadapi kalau sewaktu-waktu bencana terjadi. Saat ini, katanya, Kabupaten Agam sudah memiliki beberapa kelompok penanggulangan bencana serta standar operasional prosedur (SOP) yang dijadikan sebagai patokan apabila terjadi bencana alam.
"Kita telah melakukan simulasi di daerah rawan bencana ini dengan melibatkan LSM, PMI, Tagana, masyarakat dan siswa," imbuh dia.
( metrotvnews / CN27 )