
JAKARTA, suaramerdeka.com - Akbar Faisal hampir saja disergap warga Dayak karena dikira anggota Front Pembela Islam (FPI) di Palangkaraya, Sabtu, (11/2). Anggota Komisi Dalam Negeri DPR ini mencoba melakukan mediasi terhadap ribuan anggota Dewan Adat Dayak (DAD) yang berdemo di Bandar Udara Cilik Riwut, Palangkaraya, Kalimantan Selatan.
"Ketika saya mencoba melakukan mediasi, sejumlah anggota DAD mempertanyakan siapa saya, apakah saya anggota FPI," ujar Akbar Faisal.
Warga Dayak demo menolak kedatangan anggota FPI ke Palangkaraya. Menurut mereka, FPI adalah biang kekerasan sehingga kedatangan FPI ditakutkan akan menimbulkan kekacauan di Palangkaraya dan menimbulkan perselisihan antar umat beragama.
"Setahu saya, kedatangan anggota FPI ke Palangkaraya saat itu adalah menghadiri acara pelantikan pengurus FPI," kata dia.
Akbar Faisal ketika itu menunggu pesawat Garuda penerbangan ke Jakarta pukul 08.25 WIT di lounge El John. Pada pukul 08.25, Akbar sudah take off ke Jakarta, namun hingga pukul 10.30, pesawatnya tak kunjung datang. Ternyata, pesawat Garuda yang akan ia gunakan tertahan di Banjarmasin karena cuaca buruk.
( Tmp / CN27 )