
DEPOK, suaramerdeka.com - Detasemen Khusus 88 anti Teror Mabes Polri kembali menyisir hutan Universitas Indonesia (UI). Bersama tersangka teroris, Mulyadi (35), petugas menemukan sekitar 300 amunisi ukuran 22 mili dan 38 mili dan satu granat
Galian tempat Amunisi tersebut ditemukan sekitar empat meter dari temuan senjata pada Kamis lalu. Lokasi penemuan itu sekitar 200 meter sebelah utara kampus Fakultas Teknik UI. Timbunan peluru tersebut terletak sekitar satu meter dari pohon besar yang rapuh.
"Saya kurang tahu jelas berapa jumlahnya, tapi banyak sekitar tiga ratusan," kata Kasubdit Survelen, Yose Kusuma di lokasi penemuan, Sabtu, (11/2).
Titik penyimpanan pun sangat tersembunyi. Hutan di seberang Faklutas Teknik UI itu hampir tidak pernah dipakai untuk aktivitas. Terdapat jalan setapak, namun penanaman senjata jauh dari jejak langkah manusia di jalan setapak tersebut.
Menurut Yose, penyisiran ini merupakan lanjutan dari penyisiran pada Kamis, (9/2). Pada penyisiran Kamis, petugas hanya menemukan satu senjata Junggle. Dari keterangan tersangka, Mulyadi dan temannya Beni mengaku menanam senjata, peluru, dan pistol di Hutan tersebut. Penyisiran dimulai pukul 15.00 WIB sampai 16.30 WIB. "Ini penyisiran kedua setelah kemarin," lanjutnya.