
SEMARANG, suaramerdeka.com - Sepanjang 2011, Direktorat Lalu intas Polda Jateng mencatat kendaraan bermotor yang terlibat kecelakaan sebanyak 36.060 buah. Dari jumlah tersebut 825 di antaranya merupakan kendaraan jenis bus. Rinciannya 455 bus ukuran standar dan 370 bus medium (tanggung).
Sedangkan pada tahun 2012 ini hingga 10 Februari kemarin tercatat 4.116 kendaraan bermotor terlibat kecelakaan. Total bus yang kecelakaan sebanyak 101 buah, rinciannya 52 bus standar dan 49 bus medium. Hampir semuanya disebabkan oleh faktor manusia atau pengemudinya.
"Budaya pengemudi yang ugal-ugalan, pengemudi mabuk, kelelahan, kejar setoran bahkan ada pengemudi yang tidak mempunyai SIM. Ironis memang," kata Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Jateng Kombes M Naufal Yahya.
Selain manusia, faktor kendaraan juga berperan. Disinyalir masih banyak bus yang tidak laik jalan. Faktor lainnya yang tak boleh dilupakan ialah penyelenggara dan pengusaha angkutan. Mulai manajemen angkutan, sistem upah pengemudi, jam kerja dan sitem target waktu tempuh sangat mempengaruhi pola berkendara si pengemudi bus. "Motivasi sopir lebih pada kejar setoran daripada mempertimbangkan keselamatan diri dan penumpang yang dibawanya," tambah Naufal.
Namun demikian menurutnya tidak menutup kemungkinan juga faktor infrastruktur turut berpengaruh. Geometrik jalan dan rambu-rambu lalu lintas, dalam beberapa kasus turut menjadi penyebab kecelakaan.
( Anton Sudibyo / CN34 / JBSM )