
JAKARTA, suaramerdeka.com - Mimin Mintarsi Binti Sakri Ena (31) seorang Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Kampung Kaleng Sinang Kabupaten Karawang Jawa Barat yang sedang bekerja di Madinah, Arab, nekat meloncat dari lantai tiga rumah majikannya.
Dalam rilis yang dikirim tim Infokom PDI Perjuangan, Sabtu (11/2), Mimin yang diberangkatkan melalui PPTKIS PT Bahana Timur Megah diperlakukan sewenang-wenang oleh majikannya.
Saat tiba di Madinah, Mimin bercerita, dia digeledah pihak majikan, tak boleh mengenakan ponsel, dan nomor kontak dengan perusahaan pemberangkatan serta keluarganya disita sang majikan yang bernama Abdul Kadir Ahmad Al Toyyib.
Karena tidak tahan, Mimin melarikan diri dari rumah majikannya dengan melompat dari jendela lantai 3 dengan bantuan tali. Karena tali tersebut putus, Mimin terjatuh yang akhirnya mengalami patah tulang.
"Aku daftar ke PT karena aku ingin bekerja di Abu Dhabi, tapi orang PT mohon ke saya untuk berangkat ke Arab Saudi karena ada yang membutuhkan 5 orang. Saya akhirnya mau karena orang PT berjanji siap tanggung jawab kalau ada masalah. Aku minta Surat Perjanjian Kerja (PK), tapi orang PT bilang bekerja disana tidak harus ada PK, yang penting siap tenaga. Aku berangkat 06 Oktober 2011, pertama ke Singapore nginap 2 hari dan setelah itu ke Srilangka 5 jam. Habis itu baru ke Jeddah, terus dijemput majikan ke Madinah," ujar Mimin.
Setelah bertemu seorang warga Indonesia, dan langsung dibawa ke King Fahd Hospital Madinah hingga saat ini. Ketika melarikan diri, Mimin tidak membawa salinan paspor karena ditahan majikan dan hanya KTP Indonesia yang terbawa serta nomor kontak suami dan orang tuanya," jelas seorang relawan pospertki kepada Korwil Arab Saudi PDI Perjuangan.
( trb / CN32 )