
BANDUNG, suaramerdeka.com - Garuda Indonesia menegaskan bakal mengambil tindakan keras terhadap pilotnya yang kedapatan mengomsumsi barang haram. Sebelumnya, dunia penerbangan diramaikan penangkapan pilot yang kedapatan memakai sabu.
"Ketahuan, langsung saya pecat," kata Direktur Operasional Garuda, Kapten Ari Sapari di sela-sela peresmian penerbangan perdana rute Bandung-Surabaya di Bandara Husein Sastranegara Bandung, Jumat (10/2).
Menurut dia, pilot tak pantas melakukan hal tak patut. Sebagai profesional, pilot harus menjaga kesehatannya secara konsisten. "Kalau pilot mengonsumsi obat-obatan, alkohol berlebihan, dia meresikokan."
Di internal Garuda, pemeriksaan acak digelar guna mengantisipasi kejadian tersebut. Langkah ini sudah dilakukan sejak 7 tahun lalu. Regulasi sendiri mengatur pengecekan kesehatan 6 bulan sekali.
Sejauh ini, pilot Garuda dinyatakan aman dari kemungkinan tindakan yang bisa merugikan perusahaan dan juga penerbangan.
Apakah perlu dilakukan pemerikaan sejenis sesaat sebelum terbang? Ari Sapari menyebut kebijakan tersebut cenderung tidak tepat dan bisa mengundang pandangan miring.
"Ini janggal, seolah kita tak percaya diri. Lebih baik kembalikan ke pembinaan perusahaaan, dan kontol dari Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub," jelasnya.
( Setiady Dwi / CN32 / JBSM )