panel header


AMBEG PRAMA ARTA
Memberikan Prioritas Pada Hal-hal Yang Mulia
panel menu
panel news ticker
Bagi pencinta game online, kini telah hadir ribuan game yang bisa dimainkan secara gratis di suaramerdeka.com. Ayo para game mania, buruan manfaatkan kanal game online kami di http://suaramerdeka.matchmove.com/games
panel iklan Hosrizon
panel main 1
10 Februari 2012 | 18:15 wib
Nelayan Wadaslintang Paceklik Ikan


WONOSOBO, suaramerdeka.com - Tingginya curah hujan menyebabkan volume air di Waduk Wadaslintang naik. Namun, berlimpahnya air tersebut membuat nelayan jaring tangkap mengalami paceklik atau kelangkaan ikan. Sejak air waduk naik hasil tangkapan ikan nelayan menurun drastis.

Seorang nelayan di Dermaga Tritis, Giyo (21) mengatakan, jika volume air meningkat maka ikan akan semakin sulit ditangkap karena ikan lebih memilih bedara di dasar. Selain itu, naiknya air turut menenggelamkan rumput yang biasa hidup di pinggir waduk saat musim kemarau. Banyaknya rumput yang tenggelam itu menjadi pasokan makanan bagi ikan sehingga ikan relatif tidak berkeliaran. "Perbandingan pendapatan ikan saat musim kemarau dengan musim hujan, 2:1. Pendapatan ikan lebih banyak saat musim kemarau," tuturnya, Jumat (10/2).

Dia menyebutkan, sulitnya mencari ikan di waduk menyebabkan nelayan enggan mencari ikan dan memilih mencari kerja sampingan seperti menjadi buruh tani. Nelayan saat ini tidak mampu menyukupi kebutuhan keluarga jika hanya mengandalkan dari hasil tangkapan ikan. "Meskipun ikan di waduk langka namun harga ikan tidak mengalami kenaikan. Harga eceran satu kilogram ikan nila Rp 17.000," katanya.

Kades Kumejing, Kecamatan Wadaslintang, Suratno membenarkan hal tersebut. Dia mengatakan, populasi ikan di waduk saat ini memang lebih sedikit dibanding tahun sebelumnya. Hal itu disebabkan belum seimbangnya antara daya tangkap nelayan dengan penebaran benih yang dilakukan sehingga jumlah ikan terus menurun.

Jika kondisi itu terus berlanjut, kata dia, dipastikan pendapatan nelayan Waduk Wadaslintang dari tahun ke tahun akan mengalami penurunan.

Salah satu solusi yang bisa dilakukan adalah memajukan sektor budidaya ikan keramba apung yang melibatkan nelayan secara langsung. "Pemerintah saat ini sudah mulai merintis pengembangan budidaya ikan keramba apung, meskipun belum berjalan maksimal," ujarnya.

( Rinto Hariyadi / CN32 / JBSM )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
27 Mei 2012 | 12:09 wib
Dibaca: 20
27 Mei 2012 | 11:50 wib
Dibaca: 63
27 Mei 2012 | 11:30 wib
Dibaca: 138
27 Mei 2012 | 11:15 wib
Dibaca: 137
27 Mei 2012 | 10:59 wib
Dibaca: 190
Panel menu tepopuler dan terkomentar
Berita Terpopuler
FOOTER