
KESURUPAN: Sebanyak 17 siswi SMP Negeri 1 Sawangan, Kabupaten Magelang kembali kesurupan masal pada Jumat pagi tadi. (suaramerdeka.com/MH Habib Shaleh)
SAWANGAN, suaramerdeka.com - Kesurupan masal kembali terjadi di SMP Negeri 1 Sawangan, Kabupaten Magelang pada Jumat pagi kemarin. Kali ini ada 17 siswa yang mengalami kesurupan. Seperti kejadian sebelumnya, mereka yang menjadi korban adalah perempuan.
Kondisi ini membuat suasana di SMP Negeri 1 Sawangan menjadi mencekam. Sejumlah siswa berteriak-teriak histeris sambil berjalan. Mereka meronta-ronta saat berusaha ditenangkan oleh guru dan teman-teman sekolahnya. Hal ini terjadi beberapa saat sebelum jam pelajaran sekolah dimulai.
Peristiwa ini merupakan lanjutan dari kejadian Kamis sebelumnya di mana sebanyak 20 siswa mengalami kesurupan masal. Pada hari Senin-Rabu, sejumlah siswa juga sudah mengalami pingsan sebelum kemudian kesurupan. Diduga hal ini dipicu kelelahan seusai tim Drumband SMP Negeri 1 Sawangan mengikuti kirab budaya dalam rangka maulid Nabi di Desa Gunungpring, Kecamatan Muntilan, pada hari Minggu (4/2).
Akibatnya, kegiatan belajar mengajar sekolah menjadi terganggu. Pihak sekolah akhirnya memutuskan untuk memulangkan siswanya lebih awal pada pukul 09.00 pagi. "Kesurupan mulai terjadi pada pagi hari sebelum masuk kelas. Semuanya perempuan," kata Kepala Sekolah SMP N 1 Sawangan, H Asroji, hari ini.
Menurut Asroji kebanyakan siswa yang kesurupan sama dengan sebelumnya. Mereka sebagian besar berasal dari siswa kelas VII dan VIII. Awalnya, siswi kelas IX E Dwi Rahmawati Putiranto kesurupan saat hendak mengikuti pelajaran. Sejumlah siswi yang melihatnya tiba-tiba ikut berteriak histeris. Sekitar pukul 08.00 pagi, jumlah siswi yang kesurupan mencapai 17 orang.
Anehnya, para siswi yang kesurupan tersebut meminta untuk diantarkan ke kamar mandi di belakang sekolah. Para guru dan karyawan yang panik tidak bisa berbuat banyak selain mengikuti permintaan tersebut. Pihak sekolah kembali mendatangkan paranormal untuk menyembuhkan mereka. Setelah kondisi siswi membaik, pihak sekolah memutuskan untuk mengantar mereka pulang ke rumah. "Kami tidak tahu kenapa hal ini bisa terjadi lagi,” papar Asroji.
Agar peristiwa ini tidak terulang kembali, Jumat (10/2) malam kemarin, SMP N 1 Sawangan mengadakan ritual selamatan dan pembersihan sekolah. ”Kejadian ini ada kaitannya dengan makhluk metafisika, jadi kita akan menggelar ritual dan doa bersama di sekolah malam ini,” jelas Ketua Komite Sekolah Johan Wahyudi.
( MH Habib Shaleh / CN32 / JBSM )