
JAKARTA, suaramerdeka.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengaku terus melakukan penyelidikan terkait kasus dugaan korupsi dalam proyek pembangunan komplek olahraga Hambalang, Sentul, Jawa Barat. KPK pun mengaku telah meminta keterangan ke berbagai pihak terkait penyelidikan kasus yang juga menyeret nama Mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin.
"Masih kita lakukan penyelidikan, sudah meminta keterangan ke sejumlah pihak, dari PU (Pekerjaan Umum) dan dari Kementerian Pemuda dan Olahraga," kata Kepala Biro Humas KPK Johan Budi SP dikantornya, Jumat (10/2).
Johan tidak menjelaskan siapa saja dari pihak PU dan Kemenpora yang telah diminta keterangan. Begitu juga kapan dan dimana para pihak tersebut dimintai keterangan oleh petugas KPK. Johan juga tidak menjelaskan pihak mana lagi yang dalam kasus yang juga menyeret sejumlah petinggi Partai Demokrat.
Sebelumnya, Nazaruddin pernah menuding bekas rekan satu partainya, yakni Wakil Sekretaris Jenderal Demokrat Saan Mustofa dan Ketua Fraksi Demokrat Jafar Hafsah terlibat dalam kasus Hambalang.
"Ya, (Saan dan Jafar) terlibat. Ini makanya nanti tentang pendalaman uang Saan terima di mana, Jafar Hafsah terima di mana, nanti ya," kata Nazaruddin, beberapa waktu lalu.
Proyek pembangunan Stadion Hambalang di Sentul, Bogor, Jawa Barat, dilaksanakan oleh PT Adhi Karya dan Wijaya Karya sejak tahun 2010. Adhi Karya menggarap 70 persen, Wijaya Karya 30 persen.
Munculnya dugaan korupsi proyek ini bermula dari "nyanyian" mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazarudin. Nazar menyebut ada permainan anggaran dalam proyek tersebut.
( Mahendra Bungalan / CN32 / JBSM )