
BANDUNG, suaramerdeka.com - Pasokan gas bagi program konversi ke Bahan Bakar Gas (BBG) dijamin tak bermasalah terutama bagi kebutuhan di Pulau Jawa.
Penegasan tersebut disampaikan Kepala Badan Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas), R Priyono di Bandung, Jumat (10/2).
"Saya garis bawahi gasnya ada," tandasnya. Bahkan, Priyono menambahkan jika jenis gas yang dipilih adalah gas alam yang dipadatkan, compressed natural gas (CNG), stoknya akan berlimpah.
"Dari sektor migas siap terutama CNG pasti akan berlebih. Jauh lebih mudah karena untuk seluruh Jawa sudah ada," tandasnya.
Secara harga, Priyono juga menyebutkan CNG lebih kompetitif yakni sebesar 7 US Dollar per mmbtu. Kisaran harga ini dianggap sudah wajar kendati belum dikonversi ketika dilepas sebagai bahan bakar.
Menurut dia, kondisi itu tinggal menunggu kesiapan infrastruktur penunjang oleh pemerintah. Di antaranya stasiun pengisian bahan bakar gas (SPBG) dan konventer kit bagi kendaraan.
"Infrastruktur itu harus dipenuhi terlebih dahulu. Karena kembali ke infrastruktur, gasnya sendiri sudah ada," jelasnya.
Ditambahkannya, CNG juga mudah diproduksi. Dengan demikian, ketersediaan tersebut bisa memenuhi kebutuhan di luar Pulau Jawa seperti Sumatera dan Kalimantan.
"Ketika dipakai untuk konversi bahan bakar itu bisa diproduksi seperti di Sumsel hingga Sumut dan Kalimantan, kan di sana banyak produksi gas-nya," jelasnya.
( Setiady Dwi / CN32 / JBSM )