
SOLO, suaramerdeka.com - Pengusaha mebel di Solo benar-benar terpuruk pada awal tahun ini. Selain pasar domestik yang belum begitu terlihat hasilnya, pasar ekspor justru terpuruk. Ekspor mebel di Solo pada Januari 2012 anjlok cukup tinggi ketimbang sebelumnya.
Jika pada Desember 2011 ekspor mebel kayu sebesar 914.667,85 Dolar AS dengan volume 309.083,93 kg, sebulan kemudian turun menjadi 193.575,16 Dolar AS (58.398,38 kg). Namun pada Januari 2012 masih ada ekspor mebel rotan dan kerajinan kayu yang masing-masing nilainya 21.950,19 Dolar AS (9.046,00 kg) dan 25.200,00 Dolar AS (9.120,00 kg).
Untuk ekspor tekstil dan produk tekstil (TPT) yang sebelumnya senilai 1.929.400,38 Dolar AS (115.518,22 kg), sebulan kemudian naik menjadi 2.227.642,52 Dolar AS (126.957,18 kg). Sementara ekspor batik yang saat ini nilainya 1.441.754,78 Dolar AS (79.216,55 kg), sebelumnya senilai 719.794,31 Dolar AS (31.287,74 kg).
Dengan meningkatnya nilai ekspor TPT dan batik serta stabilnya nilai ekspor komoditas lainnya, maka ekspor di Bulan Januari secara keseluruhan senilai 4.363.402,79 Dolar AS (564.228,63 kg). Meski sedikit, jumlah itu lebih tinggi ketimbang bulan sebelumnya senilai 4.271.600,84 Dolar AS (793.727,44 kg).
"Untunglah dua komoditas andalan lainnya secara signifikan meningkat nilai dan volumenya, sehingga ekspor berbagai komoditas di Solo pada awal tahun ini tetap terjaga," kata Kasi Perdagangan Luar Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), Endang K Maharani.
( Langgeng Widodo / CN31 / JBSM )