
KARANGANYAR, suaramerdeka.com – Usianya sudah 90 tahun. Tapi Atmowiyoto, warga Buran Wetan, Desa Buran, Kecamatan Tasikmadu memilih mengakhiri hidupnya dengan menggantung diri. Dia ditemukan sudah menjadi mayat di kandang ayam dengan
seutas tali plastik melingkar di lehernya.
Saksi Kustoyo (62) anak korban mengaku sangat kaget dengan kejadian itu. Dia tidak menyangka ayahnya mengambil jalan pintas seperti itu. Apalagi tidak ada sebab apapun yang menjadikan ayahnya bunuh diri.
"Sehari-hari juga biasa saja. Dia memang hidup sendiri di rumah itu. Meski demikian, anak-anaknya ada di dekatnya, saya hanya bersebelahan rumah saja. Jadi tidak ada yang mengira kalau ternyata Bapak bisa mengambil tindakan nekat itu," katanya.
Sekitar dua hari ini, Atmo memang tidak terlihat keluar rumah untuk sekedar berjalan-jalan. Semua hanya mengira istirahat di dalam rumah saja, karena capek disebabkan usianya yang sudah sangat tua. Dan juga sudah sering sakit-sakitan.
Namun sekitar pukul 06.00, ketika sedang memberi makan ayam di belakang rumahnya, Kustoyo mencium bau busuk dari arah rumah Bapaknya. Karena itulah dia mencoba mencari penyebab bau itu.
Begitu tiba di gudang dekat kandang ayam di belakang rumah Bapaknya, dia sangat terkejut karena Bapaknya sudah dalam kondisi tergantung dengan seutas tali plastik melilit lehernya. Tubuhnya sudah busuk sehingga mengeluarkan bau tidak sedap.
Kepala Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karanganyar, Aji Pratama Heru mengatakan, bersama polisi, pihaknya mengevakuasi mayat untuk diperiksa petugas dari Puskesmas Tasikmadu. "Tidak ditemukan tanda penganiayaan. Dugaannya, Pak Atmowiyoto gantung diri karena putus asa setelah sakit yang dideritanya tidak sembuh-sembuh. Karena usia, dia memang sering terkena sakit," katanya.
( Joko Dwi Hastanto / CN31 / JBSM )