
JAKARTA, suaramerdeka.com - Penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI rate) menjadi 5,75% dari sebelumnya enam persen memicu nilai tukar rupiah pada Jumat (10/2) pagi tadi melemah 48 poin terhadap dolar AS.
Nilai tukar mata uang rupiah yang ditransaksi antar bank di Jakarta, Jumat pagi, bergerak melemah sebesar 48 poin ke posisi Rp 8.988 dibanding sebelumnya di Rp 8.940 per dolar AS.
Analis Monex Investindo Futures, Ariston Tjendra mengatakan, rupiah bergerak melemah setelah Bank Indonesia memangkas suku bunga acuan seiring turunnya inflasi, sebagai upaya mendukung pertumbuhan di tengah memburuknya ekonomi global. "Bersama anggota Dewan Gubernur lainnya, Gubernur BI Darmin Nasution pada hari Kamis (9/2) telah menurunkan tingkat suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 5,75% dari enam persen persen," katanya.
Indonesia, kata dia, bergabung dengan Filipina dan Thailand yang telah memangkas suku bunganya bulan lalu, sementara Bank of Korea harus menahan diri menaikkan suku bunga menyusul mulai melemahnya permintaan global.
Pandangan BI masih dovish, sehingga mereka coba memanfaatkan secara maksimal penurunan inflasi dalam beberapa bulan terakhir untuk menekan suku bunga lebih rendah lagi. "Namun dengan proyeksi harga listrik dan bahan bakar yang akan segera naik pada bulan April, pemangkasan secara agresif dapat dinilai negatif oleh investor," ucapnya.
( Ant / CN31 )