
BREBES, suaramerdeka.com - Para petani kapulaga di Kabupaten Brebes kini mengalami kendala dalam proses pengeringan hasil panennya. Kondisi itu dipengaruhi karena cuaca yang tidak mendukung menyusul tingginya curah hujan. Akibatnya, kini banyak hasil panen petani yang terserang jamur lantaran proses pengeringan tidak maksimal.
Ketua Asosiasi Petani Kapulaga Kabupaten Brebes, Arif Bekti Wibowo melalui Bendaharanya, Wasirun mengatakan, imbas proses pengeringan yang terhambat cuaca menyebabkan tingkat produksi menurut. Padahal permintaan kapulaga di pasaran cukup tinggi, terutama untuk memasok kebutuhan pabrik jamu.
Saat kondisi normal, proses pengeringan secara alami hanya membutuhkan waktu lima hari. Namun, saat ini akibat tingginya curah hujan pengeringan membutuhkan waktu hingga tiga minggu. "Ini jelas menjadi kendalan kami. Fatalnya lagi, hasil panen banyak yang terserang jamur karena pengeringan tidak maksimal. Hal ini juga membuat rusak hasil panen," keluhnya, Jumat pagi (10/2).
Menurut Wasirun, saat curah hujan tinggi panen kapulaga memang rentan terserang jamur, yang akhirnya menyebabkan buah busuk dan tidak laku. Hal itu terjadi karena proses pengeringan kurang maksimal. Diperparah dengan kondisi penyimpanan yang kurang baik, karena kelembaban cukup tinggi.
Sementara, petani di wilayahnya belum mempunyai mesin pengeringan, sehingga hanya mengandalkan panas matahari. "Saat ini produksi kami menurun tajam akibat terhambat pengeringan. Semula dalam dua minggu, petani bisa menghasilkan hingga 1 ton. Namun, hasil 1 ton itu sekarang baru bisa didapat dalam satu bulan," ujarnya.
Guna mengatasi masalah itu, lanjut dia, asosiasinya berencana mengajukan bantuan mesin pengering ke Pemkab Brebes, sehingga, produksi tetap stabil. Sementara, pihaknya saat ini telah mengajukan bantuan bibit untuk perluasan lahan.
"Kami akan terus berusaha mengembangkan kapulaga ini di Brebes, karena potensinya sangat besar. Apalagi, pasarannya juga sudah jelas dan terbuka. Karena itu, kami berharap usulan kami bisa direalisasikan secepatnya," jelas Wasirun.
( Bayu Setiawan / CN26 / JBSM )