
MANADO, suaramerdeka.com - Setelah aktivitasnya cukup lama reda, Gunung Lokon di Tomohon, Provinsi Sulawesi Utara, Jumat, kembali meletus sekitar pukul 08.20 Wita. Letusan itu juga diiringi dengan bunyi dentuman yang cukup keras dan kemunculan erupsi disertai suara gemuruh yang berwarna kelabu tebal..
"Memang sejak kemarin telah terjadi peningkatan kegempaan vulkanik dalam dan dangkal sehingga mengakibatkan terjadinya letusan. Ketinggian debu diperkirakan sekitar 2.000 meter," kata staf Pos Pengamatan Gunung Api Lokon dan Mahawu di Kakaskasen, Warno, di Tomohon, Jumat (10/2).
Sementara itu warga memenuhi ruas-ruas jalan yang ada di permukiman warga Kelurahan Kinilow I dan Kinilow, serta Kakaskasen, Kecamatan Tomohon Utara, Kota Tomohon, yang memang terletak dekat dengan kawah.
Sementara itu, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho menyatakan, letusan gunung terjadi sekitar pukul 08.20 WITA, Jumat (10/2/2012). Tinggi kolom asap letusan 2000 meter dari kawah Tompaluan tertiup angin ke arah Tenggara. "Direkomendasikan tidak ada aktivitas masyarakat dalam radius 2,5 km dari Kawah Tompaluan," kata Sutopo.
Selain itu masyarakat diingatkan agar terus waspada dan mempersiapkan segala hal jika ada peningkatan aktivitas gunung. Sejak Kamis (9/2) kemarin, aktivitas kegempaan Gunung Lokon memang sudah meningkat. Sejumlah ahli memprediksi, peningkatan aktivitas kegempaan biasanya berlanjut ke letusan.
( Ant , dtc / CN26 )