
BANDUNG, suaramerdeka.com - Sejumlah daerah dinilai masih mempunyai kesadaran rendah dalam upaya penanganan bencana, sekali pun di wilayahnya mempunyai kerawanan bencana.
Menurut Inspektur Utama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Bambang Susmanto, ratusan kabupaten dan kota belum dilengkapi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
"Padahal, kabupaten dan kota-lah yang pertama bertindak begitu terjadi bencana di wilayahnya," tandasnya di sela-sela apel "Siaga Darurat Bencana" Provinsi Jabar di Lapangan Gasibu Bandung, Kamis (9/2).
Kondisi tersebut bahkan berlangsung di Pulau Jawa. Dia mencontohkan Indramayu dan Karawang yang mempunyai titik rawan banjir. Di kedua kabupaten itu, BPBD sama sekali belum terbentuk.
Menurut dia, baru 308 daerah, termasuk 33 provinsi, yang sudah membentuk BPBD di wilayahnya dari 530 daerah di seluruh Indonesia yang mencakup provinsi, kabupaten, dan kota.
"Untuk membentuk BPBD, kami tak bisa memaksa. Meski demikian, kami berupaya mendorong Gubernur agar BPBD bisa segera dibentuk di tingkat kabupaten dan kota, karena seyogyanya harus dibentuk," jelasnya.
Diingatkannya, keberadaan BPBD di daerah menjadi salah satu bahan pertimbangan utama dalam pemberian bantuan logistik dan peralatan.
( Setiady Dwi / CN32 / JBSM )