
MANILA, suaramerdeka.com - Tim penyelamat, Kamis (9/2), kembali menemukan sembilan mayat korban tanah longsor di Songgolon, La Libertad, wilayah Negros dimana 42 warga dikabarkan terkubur setelah gempa berkekuatan 6,9 SR mengguncang wilayah itu, Senin (6/2).
Gempa kini telah menewaskan 97 orang, sementara 71 lainnya dilaporkan hilang, kata Benito Ramos, kepala National Disaster Risk Reduction Management Council (NDRRMC). Regu penyelamat, tambah Ramos, rencananya masih akan melanjutkan proses evakuasi meski area lokasi longsor lembab dan berbahaya.
Pemerintah Filipina melalui NDRRMC kini telah memulai proses pendataan sejumlah bangunan, jalan, dan jembatan yang rusak akibat bencana ini. Pamos mengatakan, pemerintah nantinya akan membiayai pemulihan di wilayah yang terkena gempa.
Getaran gempa menghancurkan setidaknya sepuluh jembatan di Negros Oriental, yakni tiga jembatan di La Libertad, tiga di Jimalalud, dan empat di Guiholngan.
Dampak destruktif gempa ini berpengaruh pada 70 persen penduduk pulau Negros, yakni 74.017 warga di 59 desa. Longsor pasca gempa juga mengakibatkan wilayah itu terisolasi karena tiga jalan yakni La Libertad, Guiholngan, dan Jimalalud masih tertutup tanah longsor, kata Ramos. Listrik dan jaringan telekomunikasi di daerah terkena bencana hingga kini juga belum pulih.
Gempa terjadi sekitar 11:49 waktu setempat, sekitar 70 kilometer kota pantai Dumaguete, pulau Negros Filipina. Pasca getaran gempa terjadi, peringatan tsunami tingkat 2 dikeluarkan oleh Lembaga Vulkanologi dan Seismologi Filipina untuk daerah-daerah di sepanjang Selat Tanon, antara Negros dan pulau tetangga Cebu.
( AFP , Linda Putri / CN33 )