
WONOGIRI, suaramerdeka.com - Pemkab Wonogiri berencana mendata ulang daftar penerima Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas). Pasalnya, ternyata banyak ditemukan warga dari golongan ekonomi atas namun memiliki Jamkesmas. Sebaliknya, banyak warga tidak mampu justru tidak memiliki Jamkesmas.
Sekda Wonogiri, Drs Budi Sena MM bahkan menengarai adanya manipulasi data dalam pendataan anggota Jamkesmas itu. "Orang yang ekonominya bagus dapat Jamkesmas. Tapi orang ekonomi bawah malah tidak dapat. Bisa jadi itu telah terjadi manipulasi data," katanya usai rakor pemerintahan di Pemkab Wonogiri.
Dia menduga, manipulasi data tersebut karena ada kedekatan keluarga atau mempunyai hutang budi, sehingga petugas memasukkannya ke dalam daftar penerima Jamkesmas. Padahal, hal itu tidak diperbolehkan.
Kemungkinan lain, karena memang telah terjadi perubahan kondisi ekonomi pada penerima Jamkesmas tersebut. Sekda mencontohkan, warga yang dulunya miskin, sekarang telah meningkat perekonomian keluarganya. Namun, keluarga tersebut masih memegang Jamkesmas yang diterimanya saat masih miskin. Begitu pula sebaliknya, ada warga yang dulunya kaya akhirnya jatuh miskin.
Oleh karena itu, pihaknya akan mendata ulang para penerima Jamkesmas, Jamkesda, maupun Jampersal. Warga mampu yang memiliki Jamkesmas hendaknya dicabut untuk kemudian dialokasikan kepada warga yang kurang mampu. "Yang sudah mampu dicabut, lalu dikasihkan ke orang lain yang membutuhkan. Jangan sampai ada kartu abadi," tegasnya.
( Khalid Yogi / CN33 / JBSM )