
TEGAL, suaramerdeka.com - Proses pembangunan rumah susun sewa (rusunawa) yang ditangani PT Marlanco Jakarta di sebelah barat Kantor Koramil, Kecamatan Tegal Barat, Kota Tegal kini terus dikebut. Sesuai dengan rencana, proses pembangunan harus selesai pada bulan Juli 2012.
Kepala Dinas Pemukiman dan Tata Ruang (Diskimtaru), Nur Efendi, Kamis (9/2), mengatakan saat ini proses pelaksanaan pembangunan fisik telah mencapai 30 persen. Pekerjaan yang dilaksanakan yaitu pemasangan tiang pancang untuk fondasi gedung rusunawa. "Agar hasil pembangunan sesuai dengan rencana, pengawasan akan kami lakukan secara rutin," katanya.
Dia mengemukakan, pihaknya juga akan menyeleksi secara ketat masyarakat yang berminat untuk menempati rusunawa. Sebab, saat ini meski pembangunan baru dilaksanakan, namun jumlah peminat yang akan menempati rusunawa telah mencapai lebih dari 600 orang.
Padahal, rusunawa untuk tahap pertama yang dibangun hanya dua twin block, dengan jumlah 192 kamar. Menurut dia, draf raperda tentang rusunawa sudah dibuat dan rencananya segera diajukan ke DPRD sekitar awal Februari tahun 2012.
Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD, Drs HM Nursholeh MMPd dan anggotanya, Rofi'i Ali meminta PT Marlanco Jakarta selaku rekanan pembangunan rusunawa untuk tidak asal-asalan dalam melaksanakan pembangunan. Hal itu dimaksudkan agar hasil pembangunan sesuai dengan perencanaan serta bangunan tahan lama.
"Meski anggaran pembangunan rusunawa ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah pusat, namun Pemkot harus melakukan pengawasan dalam proses pembangunan, sehingga konstruksi bangunan rusunawa yang direncanakan lima lantai sesuai dengan harapan," tegasnya.
Menurut mereka, jumlah anggaran untuk pembangunan dua twin blok rusunawa mencapai Rp 25 miliar. Rusunawa dibangun diperuntukan bagi warga kurang mampu yang masuk dalam kriteria Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).
( Wawan Hudiyanto / CN33 / JBSM )