
JAKARTA, suaramerdeka.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (9/2), dibuka melemah searah dengan bursa kawasan regional dipicu pelaku pasar masih mengantisipasi hasil kesepakatan penghematan anggaran Yunani. IHSG BEI dibuka turun 5,28 poin atau 0,13% ke posisi 3.983,43. Indeks 45 saham unggulan (LQ45) melemah 1,34 poin atau 0,19% ke posisi 695,60 poin.
"Investor masih mengantisipasi hasil kesepakatan penghematan anggaran Yunani yang masih akan tertunda hingga malam ini," kata Kepala Riset Samuel Sekuritas, Christine Salim, di Jakarta, Kamis (9/2).
Dia mengatakan, bursa Asia pagi ini dibuka melemah setelah parlemen Yunani gagal menyepakati rencana penghematan anggaran dengan tidak menyetujui pemotongan tunjangan pensiun. "Sentimen negatif juga datang dari rilis data inflasi China di bulan Januari yang di luar ekspektasi naik menjadi 4,5% YoY dan rilis data machinery orders Jepang di bulan Desember yang turun," katanya.
Selain itu, lanjut dia, investor saat ini tengah mengantisipasi penetapan acuan suku bunga (BI rate) hari ini yang diperkirakan akan tetap bertahan di level 6%.
Analis Sinarmas Sekuritas, Jeff Tan menambahkan, pada perdagangan hari ini, secara teknikal indeks BEI diperkirakan akan bergerak menguat dengan kisaran 3.938 - 4.018. "Antisipasi akan perkembangan dari hasil negosiasi Yunani seputar penerimaan dana talangan dan restrukturisasi hutang serta pengumuman BI rate dan data inflasi China yang akan memberikan gambaran tentang kebijakan makro China dapat memberikan sentimen terhadap indeks," ucapnya.
( MIOL / CN31 )