
SOLO, suaramerdeka.com - Harga pokok pembelian (HPP) beras hingga Februari ini tak kunjung diputuskan. Akibatnya banyak penyerapan beras di kalangan petani masih sangat minim.
"HPP menjadi tolok ukur atau standar kami menetapkan harga. Kalau harga tersebut belum diputuskan, tengkulak cenderung bersikap seenaknya. Inilah yang menyebabkan harga beras naik belakangan ini," urai Ketua Perberasan Solo, Tulus Budiono saat dihubungi Kamis (9/2).
Dia menyebut, saat ini penyerapan beras masih menggunakan HPP lama. Yakni Rp 4.300 per kg untuk gabah kering giling dan Rp 5.060 per kg untuk beras. Beruntung, ada insentif yang diberikan kepada tengkulak. Beras di kalangan petani dibeli seharga Rp 6.500 per kg.
Kendati demikian, dia berharap HPP bisa segera diputuskan agar harga beras terkendali. Dia bahkan berani memastikan kalau HPP lebih rendah dibanding harga beras di pasaran saat ini, harga beras ke depan akan turun.
( Astuti Paramita / CN34 / JBSM )